6 Startup Siap Diadu di Thinkubator

6 Startup Siap Diadu di Thinkubator

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 22 Mar 2019 06:45 WIB
Proses seleksi online, presentasi lewat video call. Foto: Rachmatunnisa/detikINET
Jakarta - Proses seleksi online ajang kompetisi startup Thinkubator rampung digelar. Dari 150 startup, tersisa 6 finalis yang siap diadu di level berikutnya pada 29 Maret 2019.

"Antusiasmenya menggembirakan. Banyak yang daftar. Hari ini ada 89 startup, kita shortlist sampai 24 trus akhirnya ketemu finalisnya tinggal 6," kata pengamat dunia startup Enda Nasution, salah satu juri Thinkubator.

Enda melihat startup yang berpartisipasi dalam kompetisi ini sangat beragam, sehingga tidak didominasi oleh satu bidang.



"Ada pertanian, logistik, kesehatan, pendidikan, olahraga, hiburan juga ada, lingkungan, banyak. Ada satu yang menarik perhatian saya, tapi belum boleh disebutkan," rincinya.

Seperti kebanyakan kompetisi startup lainnya, Thinkubator mensyaratkan sebuah startup selain harus inovatif, juga memiliki dampak sosial dan berpotensi untuk terus berkembang.

6 Startup Siap Diadu di Thinkubator Juri: pengamat dunia startup Enda Nasution dan CEO Cutbroker Stephanie Yoe. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Yang membedakan, menurut Enda, kompetisi ini menyediakan porsi lebih banyak untuk founder startup wanita dan startup-startup dari Indonesia Timur.

"Kompetisi ini ingin ada lebih banyak wanita masuk ke dunia digital. Dan kenapa Indonesia timur? Supaya jadi contoh dan semangatnya menular. Potensinya besar di sana, tapi dari sisi inovasi belum sebesar yang di pulau Jawa," ungkapnya.

6 Startup Siap Diadu di Thinkubator Enda Nasution menyeleksi startup Thinkubator hingga tersisa 6 finalis. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


Tren Startup

Berbicara mengenai kondisi startup saat ini, Enda menyebutkan kebanyakan startup Indonesia kini sudah lebih membumi.

"Artinya, ada masalah yang bisa diselesaikan secara real. Tanpa investment, perusahaan ini udah berjalan bisnisnya. Jadi cari investment itu mengembangkan lebih besar," sebut Enda.

Kepada anak-anak muda yang sedang atau akan berkecimpung di dunia startup, Enda punya pesan khusus, yakni berfokus pada riset dan pengembangan di bidang-bidang yang menjadi keunggulan Indonesia.



"Bidang-bidang seperti kehutanan, pertanian, perikanan, di situ ada isu, apa coba di-solved. Kita harus jagoan di bidang itu karena kita familiar. Dan solusinya bisa kita kembangkan dan dibagikan untuk global. Jadi fokus di bidang yang memberikan dampak optimal," tutupnya.

Thinkubator merupakan kompetisi startup yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Grab pun menyambut baik imbauan ini dan menjadi Official Mobile Platform Partner

Lewat Thinkubator, pelaku startup berkesempatan mendapat bimbingan dan ilmu baru dari para praktisi startup dari berbagai bidang dalam suatu konferensi, diskusi dan workshop.



Thinkubator memberikan kesempatan untuk para startup yang ingin melangkah lebih jauh dalam memajukan usaha dan membuat impian mereka menjadi nyata, membuka koneksi, mendapatkan bimbingan dari para ahli, serta menerima pendanaan untuk startup.

Terlebih hadiah yang ditawarkan begitu menggiurkan, totalnya mencapai Rp 3 miliar. Dimana Rp 1,5 miliar di antaranya dalam bentuk cash!



Tonton juga video 1.169 Tim Startup Berebut Tiket di Ajang Thinkubator, Siapa yang Lolos?:

[Gambas:Video 20detik]


6 Startup Siap Diadu di Thinkubator

Tonton '1.169 Tim Startup Berebut Tiket di Ajang Thinkubator, Siapa yang Lolos?':

[Gambas:Video 20detik]

(rns/krs)