Pemerintah dan Microsoft Ingin Hapus Petani Buta TI
- detikInet
Bogor -
Pemerintah dan Microsoft nampak kian mesra. Bersama dengan kalangan akademisi, mereka bahu-membahu ingin memerdekakan petani dari buta teknologi informasi (TI).Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia Tony Chen menyayangkan sektor pertanian mengalami kendala keterbatasan informasi. Padahal jumlah petani di Indonesia cukup signifikan, 43 persen dari 93,72 juta jiwa penduduk produktif di Indonesia.Temuan Tony di lapangan itu berdasarkan hasil sensus pertanian yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. "Selama ini para petani menghadapi kendala keterbatasan informasi sehingga membatasi potensinya. Padahal setiap manusia punya potensi," ujar Tony di sela-sela presentasinya pada acara penandatangan kerjasama antara Microsoft dan IPB di Aula Gedung IPB Bogor, Kamis (22/9/2005)."Masalah itu sudah menjadi perhatian kami sejak tahun lalu, dan hal itu sinergis dengan program CAP (Community Access Point-red) pemerintah dan program PIL (Partners In Learning-red) kami," klaim Tony.CAP merupakan wadah yang memungkinkan masyarakat untuk belajar dan mengakses informasi. Sedangkan PIL merupakan program Microsoft dengan menjadi mitra untuk belajar dan memperoleh informasi.Di tempat yang sama, Kepala Badan Litbang SDM Depkominfo Aiziman Djusan menyatakan dukungan terhadap setiap kegiatan yang meningkatkan kinerja, kemampuan dan taraf hidup SDM Indonesia ke arah yang lebih baik dengan penetrasi ICT (information, communication and technology)."Dengan masuknya ICT ke lingkungan petani, opini kolot dan tradisional untuk kalangan petani perlahan-lahan akan hilang dengan kontribusi lintas sektoral itu," ujar Aiziman."Lagipula dengan ICT, semua pihak dalam lingkup pertanian akan mendapat kemudahan. Misalnya transaksi elektronik, akan mengurangi margin. Petani untung, konsumen juga untung karena harga lebih murah dan komunikasi juga lebih mudah," jelas Aiziman.Kepala Badan Litbang Departemen Pertanian Ahmad Suryana juga menyatakan dukungannya untuk memerdekakan petani dari buta TI. Vice President PT Microsoft Indonesia Ari Kunwidodo mengatakan bantuan yang didonasikan Microsoft dalam program untuk petani ini yakni bantuan sarana infrastruktur dan biaya operasional selama 2 tahun. "Selebihnya mereka yang akan mengatur sendiri," ujarnya.Sementara itu, Suhar, petani kacang asal Bojonegoro mengakui bahwa sebelumnya komputer merupakan barang yang agak tabu di lingkungan pedesaan. Tapi setelah mencoba dan mempelajari, dia akhirnya mengakui bahwa adanya komputer dan akses internet, sangat memudahkannya mendapatkan segala informasi yang dibutuhkan tentang pertanian. Dengan akses internet pula akhirnya dia mendapatkan kerjasama dengan pihak yang ingin membeli hasil tani kacangnya, setelah dia mem-posting profilnya di Internet dan hasil tani kacang yang dikerjakannya. Gandeng IPB Dirikan 7 CTLCPT Microsoft Indonesia menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendirikan Community Training and Learning Center. Enam diantaranya di Jawa Barat dan satu di Kalimantan Timur.Tony menuturkan, program CTLC merupakan bentuk kerjasama Microsoft dan lembaga swadaya masyarakat dengan mewujudkan sarana belajar jangka panjang untuk berbagai komunitas masyarakat di berbagai sektor di Indonesia. Sementara itu, Rektor IPB Ahmad Ansori Mattjiek mengatakan, pihak yang akan mengelola CTLC yang dimandatkan pada mereka adalah Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM). Dengan bertambahnya 7 CTLC lagi, Microsoft saat ini berarti sudah mendirikan 28 CTLC yang tersebar di seluruh Indonesia dan bermitra dengan 7 lembaga sejak 3 tahun lalu.Menurut data yang diberikan Microsoft, sudah 25.000 orang yang telah memanfaatkan fasilitas CTLC dan 7.000 peserta yang telah mengikuti pelatihan komputer di tempat itu.
(rou/)