Senin, 04 Mar 2019 21:19 WIB

Strategi Grab di Indonesia Setelah Jadi Decacorn

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Tangerang - Grab baru saja menjadi startup pertama di Asia Tenggara yang meraih status decacorn atau memiliki valuasi sebesar USD 10 miliar.

Ini tentu merupakan pencapaian yang tidak mudah. Tapi menurut President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata hal ini tidak menggambarkan pencapaian Grab yang sesungguhnya.




"Decacorn itu adalah result ya. Menurut saya yang relevan adalah bagaimana kita selalu menjadi pilihan masyarakat. Relevansi layanan kita," kata Ridzki di BSD City, Senin (4/3/2019).

"Yang penting adalah Grab sebagai leading everyday super app di Asia Tenggara. Artinya kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat bukan hanya di bidang transportasi tapi juga di bidang lainnya," sambungnya.

Saat ini Grab di Indonesia memang telah memberikan berbagai layanan lain di luar sektor transportasi, seperti hiburan, ticketing, dan pengantaran makanan.

Mereka juga akan merambah sektor bisnis baru, yaitu kesehatan. Pada tahun lalu, Grab memang telah mengumumkan joint venture dengan penyedia layanan kesehatan asal China, Ping An Good Doctor.




"Ke depannya kita bahkan sedang membicarakan untuk masalah kesehatan. Kita kerjasama dengan Ping An Good Doctor di mana ini akan menjadi kerjasama strategis di tahun 2019. Jadi fokusnya lebih ke sana sih," ujar Ridzki. (rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed