Kisah Moderator Facebook Stres Lihat Konten Mengerikan

Kisah Moderator Facebook Stres Lihat Konten Mengerikan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 26 Feb 2019 20:01 WIB
Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta - Banyak video atau foto mengerikan diposting di Facebook setiap saat, tapi untunglah ada sistem untuk menyaringnya. Media sosial terbesar itu menggunakan beragam cara, salah satunya dengan menyewa pihak ketiga sebagai moderator situsnya.

Di Amerika Serikat, ada perusahaan bernama Cognizant yang ditugasi Facebook untuk mengawasi konten berbahaya. Para karyawannya pun berkisah bagaimana berat sebenarnya pekerjaan tersebut, terutama secara emosional.

Dikutip detikNET dari The Verge, konten mengerikan sudah menjadi makanan mereka sehari-hari. Misalnya video pembunuhan kejam, pornografi sadis, soal narkoba dan rasisme.




Tentu melihat hal semacam itu amat berdampak secara psikologis, tapi moderator diharapkan oleh perusahaan agar tidak mendiskusikannya pada orang lain. Sehingga mereka kian merasa terisolasi dan cemas berlebihan.

Setiap hari, para karyawan punya waktu istirahat sekitar 45 menit. Untuk meredam stres, mereka kadang bercanda satu sama lain, tapi biasanya dengan humor yang gelap. Bahkan ada yang ketahuan sampai berhubungan intim di kantor.

"Kesehatan mentalku naik turun. Satu hari bisa sangat bahagia, hari berikutnya aku menjadi seperti zombie. Tidak sangat depresi memang, tapi merasa terjebak," kata seorang karyawan.

"Kupikir tidaklah mungkin untuk bisa melakukan pekerjaan ini dan tidak terkena stres berat atau PSTD," tambah dia.




Cognizant menyediakan konselor jika karyawan membutuhkan dukungan psikologis, juga komunikasi telepon, yoga, dan terapi lainnya. Seandainya karyawan merasa terlalu tertekan, mereka juga diizinkan meninggalkan meja untuk sementara.

Tapi dukungan itu hanya tersedia selama mereka masih bekerja. Padahal, beberapa mantan karyawan mengaku masih mengalami trauma, jauh setelah mereka berhenti dari sana.

Gaji mereka tidak buruk, tapi dinilai kurang ideal. Di wilayah Phoenix misalnya, mencapai sekitar USD 28.800 per tahun. Jumlah itu jauh dari gaji rata-rata karyawan Facebook yang tembus USD 240 ribu per tahun.

Padahal, jasa mereka sungguh besar. Facebook tetap terjaga sebagai situs yang sehat berkat mereka.




"Jika kami tidak melakukan pekerjaan itu, Facebook akan menjadi sangat buruk. Kami telah melihat semuanya," kata salah seorang moderator.

Jika membuat kesalahan beberapa kali, mereka pun terancam dipecat. "Kami kadang memang melakukan error. Tapi kami semua manusia biasa," tambah dia.

Beberapa moderator mengaku kadang sampai terpengaruh dengan video yang mereka lihat, misalnya konspirasi. Ada yang menjadi penganut Bumi datar sampai tak percaya bahwa insiden 9/11 didalangi teroris.


(fyk/krs)