Jumat, 15 Feb 2019 15:01 WIB

Gemar Kirim Ancaman di Facebook? Siap-siap 'Ditandai'

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Facebook mengaku punya langkah tersendiri ketika menemukan penggunanya mengirimkan sebuah ancaman di jejaring media sosial tersebut, yaitu "menandai" pengguna itu dan kemudian memantau pergerakan lokasinya.

Facebook menyebut mempunyai tim keamanan untuk memantau komentar berbau ancaman di jejaringnya itu dan menentukan apakah ancaman itu kredibel atau tidak. Jika dianggap ancaman yang kredibel maka mereka akan mengambil langkah dengan memantau lokasi si pengirim ancaman menggunakan data yang mereka miliki.

Pemantauan lokasi ini dilakukan menggunakan data lokasi yang didapat dari aplikasi Facebook atau alamat IP yang direkam oleh Facebook ketika seorang pengguna aktif di facebook.com.

Lokasi pengguna ini baru bisa diakses ketika si pengguna itu dimasukkan ke dalam daftar 'Be On the Lookout (BOLO), yang baru bisa dilakukan setelah ancaman yang dikirimkannya dinilai kredibel. Namun memang saat ini belum diketahui kriteria apa yang harus dipenuhi dari sebuah ancaman sampai dianggap kredibel.




Platform lain sebenarnya punya teknik serupa untuk memantau ancaman-ancaman yang ada, namun dilansir CNBC, Jumat (15/2/2019), biasanya mereka tak punya akses ke lokasi pengguna secara real time seperti yang bisa dilakukan oleh tim keamanan Facebook.

Tim keamanan Facebook ini juga bisa saja memanggil pihak berwajib jika ancaman tersebut dirasa perlu untuk ditindaklanjuti.

"Tim keamanan kami hadir untuk menjaga keamanan karyawan Facebook. Mereka menggunakan pengukuran standar industri untuk menilai ancaman kekerasan terhadap karyawan dan perusahaan kami, dan juga melaporkan ancaman ini ke pihak berwajib jika diperlukan," ujar juru bicara Facebook.

"Kami mempunyai proses ketat yang didesain untuk melindungi privasi pengguna dan menaati hukum privasi data dan ketentuan penggunaan Facebook. Jika ada yang menyebut tim keamanan kami melanggar maka itu adalah sebuah kesalahan," tambahnya.

Namun ada laporan yang menyebut Facebook menggunakan teknologi ini untuk menangkap sekelompok pegawai magang yang mengaku tengah bekerja dari rumah padahal mereka tengah berkemah.

Seorang karyawan menyebut sebenarnya Facebook hanya ingin memastikan keamanan pegawai magang itu. Namun dalam penyelidikan yang dilakukan tak ditemukan hal berbahaya.

Lalu tim keamanan Facebook mulai membaca pesan-pesan yang dikirimkan para pegawai magang tersebut. Dari situ kemudian terungkap kalau para pegawai magan tersebut memang sudah berencana untuk tak masuk kantor hari itu, alias membolos.


(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed