Rabu, 13 Feb 2019 19:30 WIB

Lapor Ramai-ramai, Senjata Saat Temui Akun Medsos Tak Patut

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Carl Court/Getty Images Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta - Ditutupnya akun Instagram berisi komik muslim gay memberi indikasi bahwa melaporkan sebuah akun yang dianggap meresahkan secara beramai-ramai bisa efektif untuk membuatnya berujung ke penutupan.

"Ya, itu mekanisme yang ditawarkan Kominfo, kalau nggak sesuai norma di Indonesia, laporkan," kata pengamat media sosial Enda Nasution, saat dihubungi detikINET, Rabu (13/2/2019).




Seperti diketahui, sebelum akun itu akhirnya tak lagi bisa diakses Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah meminta Instagram agar menutupnya. Tapi Kominfo sulit bertindak lebih jauh karena konten LGBT tak melanggar ketentuan yang saat ini berlaku di Indonesia, walaupun memang tak sesuai norma.

Lain halnya jika konten di akun tersebut berisikan pornografi dan SARA, yang memang sudah memiliki peraturan tertulis. Kominfo juga meyakini bahwa salah satu pemicu akun itu akhirnya ditutup pun tak lepas dari adanya temuan konten berbau pornografi, ditambah dengan pengguna yang ramai-ramai melaporkan.




Menanggapi hal ini, Instagram juga telah mengimbau para pengguna layanannya agar terlibat langsung menciptakan kenyamanan di lingkungan Instagram. Caranya, dengan melaporkan akun atau konten yang dinilai tak sesuai melalui fitur pelaporan di aplikasi mereka.

Dikatakan Enda, penyedia platform medsos seperti Instagram memang hanya bisa bertindak menjadi semacam penjaga gawang yang menilai setiap konten yang akan masuk di platformnya. Pengguna juga harus bersikap pro-aktif jika menemukan konten-konten yang mereka anggap tak sesuai norma setempat.




"Kita bisa melaporkannya beramai-ramai untuk dilihat oleh Instagram kalau ini tidak sesuai dengan norma di Indonesia misalnya, baru kemudian ditindak," tutupnya.


(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed