Rabu, 13 Feb 2019 14:17 WIB

Riset: Sebulan Tinggalkan Facebook, Lebih Bahagia tapi Kudet

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta -
Rentetan kontroversi dan skandal yang mendera Facebook belakangan ini seharusnya cukup untuk mendorong penggunanya untuk menonaktifkan akun mereka. Tapi, perusahaan media sosial yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini tetap menjadi media sosial terbesar di dunia, dengan total pengguna lebih dari 2 miliar.

Kini, ada satu lagi alasan untuk pengguna yang ingin meninggalkan Facebook, yaitu kesehatan mental yang lebih baik. Hasil studi dari Stanford University dan New York University menyebut bahwa meninggalkan Facebook selama satu bulan membuat pengguna menjadi lebih bahagia.




Dilansir detikINET dari Phys.org, Rabu (13/2/2019), peneliti mempelajari 2.844 orang yang menghabiskan satu jam di Facebook dalam sehari. Setengah dari partisipan lantas diminta untuk menonaktifkan akun Facebook mereka selama empat minggu dengan aktivitas itu bikin mereka dibayar USD 102 (Rp 1,4 juta).

Peneliti memonitor akun mereka untuk memantau seandainya ada partisipan yang berbuat curang. Mereka juga memantau peserta penelitian ini lewat SMS untuk melihat bagaimana perasaan mereka.

Hasilnya, studi ini memperlihatkan kecenderungan partisipan yang meninggalkan Facebook merasa lebih bahagia dan juga berhasil menurunkan aktivitas onlinenya secara keseluruhan. Mereka juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas offline, seperti bersosialisasi dengan keluarga dan teman.




Di sisi lain, menariknya, partisipan yang sudah meninggalkan Facebook selama satu bulan itu rupanya menjadi kurang update alias kudet! Hal ini karena mereka ternyata jadi menghabiskan waktu lebih sedikit untuk memantau berita.

Hal itu terlihat saat para peneliti memperlihatkan pernyataan terkait berita hangat yang baru dilaporkan oleh media besar. Partisipan diminta untuk menentukan apakah pernyataan tersebut benar, salah, atau tidak yakin.

Hasilnya, partisipan yang sudah sebulan meninggalkan Facebook itu berpotensi memberikan jawaban keliru, atau menjawab tidak yakin. Berbeda jika dibandingkan dengan partisipan yang tidak meninggalkan Facebook.

Pun demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil riset ini harus ditafsirkan dengan hati-hati. Mereka menyebut bahwa periode meninggalkan Facebook yang lebih lama mungkin saja tidak berdampak besar terhadap pengetahuan orang tentang berita, karena toh tetap ada sumber informasi alternatif.





Tonton video Protes Akunnya Dihapus, Abu Janda Tuntut Facebook Rp 1 T:

[Gambas:Video 20detik]

(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed