Jumat, 01 Feb 2019 12:53 WIB

Apple Blokir Facebook dan Google, Apa Sebabnya?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: internet Foto: internet
Jakarta - Apple memblokir Google dan Facebook untuk mendistribusikan aplikasi internalnya di iOS. Apa penyebabnya?

Dampak dari pemblokiran ini adalah aplikasi versi awal Google Maps, Hangouts, Gmail, dan berbagai aplikasi pra rilis beta berhenti beroperasi, termasuk aplikasi khusus karyawan semacam Gbus dan aplikasi kafe internal Google.

Namun, pada prosesnya Apple kemudian sudah membuka blokir. Alasannya, mereka sudah berdiskusi dengan Google untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kami bekerja bersama Google untuk membantu mereka memasang ulang sertifikat enterprise mereka dengan cepat," ujar juru bicara Apple dalam keterangannya.




Langkah Apple untuk memblokir sertifikat developer Google dilakukan sehari setelah Google mematikan aplikasi Screenwise Meter-nya. Aplikasi privat Googe ini didesain Google untuk memantau bagaimana iPhone digunakan oleh penggunanya, serupa dengan aplikasi riset milik Facebook.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data penggunaan internet dari penggunanya. Bahkan, Google memberikan hadiah senilai USD 20 bagi penggunanya yang membolehkan datanya dikumpulkan.

Aplikasi ini tak terlihat melanggar apapun karena mereka mengumpulkan data atas izin penggunanya, termasuk hadiah yang diberikan untuk mengikuti program ini, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (1/2/2019).

Namun aplikasi ini ternyata dibuat berdasarkan sertifikat enterprise, dan menurut Apple seharusnya aplikasi tersebut hanya bisa digunakan oleh karyawan perusahaan. Pelanggaran terhadap aturan ini berakibat sertifikatnya diblokir, termasuk semua aplikasi internalnya. Inilah yang terjadi pada Google dan Facebook.

Dalam pernyataannya ketika memblokir sertifikat Facebook, Apple mengaku sudah memperingatkan perusahaan milik Mark Zuckerberg itu soal pelanggaran yang dilakukan.

Sebenarnya bukan cuma Google dan Facebook yang memanfaatkan sertifikasi enterprise ini untuk membuat aplikasi kelas konsumer. Seorang developer iOS bernama Alex Fajkowski menemukan Amazon, DoorDash, dan Sonos juga mendisitribusikan aplikasi beta ke pengguna non karyawan.


(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed