Sabtu, 12 Jan 2019 12:06 WIB

Jokowi Marah Jika Ada yang Remehkan Profesi Driver Online

Andhika Prasetia - detikInet
Foto: Andhika Prasetia/ detikcom Foto: Andhika Prasetia/ detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji profesi pengemudi transportasi online. Dia mengaku jengkel jika ada yang meremehkan profesi tersebut.

"Saya kadang-kadang marah dan jengkel, kalau ada yang meremehkan profesi pengemudi transportasi online. Ini adalah sebuah pekerjaan mulia. Yang memberikan income dan pendapatan untuk menyejahterakan keluarga kita," kata Jokowi dalam acara silaturahmi nasional pengemudi online di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Jokowi mengatakan, pengemudi taksi ataupun ojek online merupakan pekerjaan mulia. Para driver itu menurutnya berani keluar dari zona nyaman. Jokowi lantas menceritakan hasil pembicaraannya dengan driver pertama Go-Jek, Mulyono.



"Saya tanya ke Pak Mulyono dari Go-Jek, 'Pak Mul, sehari income berapa?' 'Kadang Rp 300 ribu, kadang Rp 200 ribu, rata-rata Rp 200 ribu.' Kalau sebulan bisa Rp 6 juta. Kan ada operasional lagi. Berarti Rp 4,5 juta, itu masih dikurangi lagi," kata Jokowi.

"Kita Sabtu-Minggu libur. Masih kira-kira Rp 4 juta. Jumlah sangat besar. Kalau ada yang meremehkan saya marah dan jengkel karena ini jumlah yang sangat besar," imbuhnya.

Jokowi menambahkan, pemerintah sedang menyiapkan regulasi terkait pengemudi online. Ia juga mengakui pemerintah di negara mana pun terkadang kalah cepat dari inovasi yang dikeluarkan perusahaan.


Tonton Juga: 'Siasat Pemerintah Atur Ojek Online Lewat Permenhub'

[Gambas:Video 20detik]


"Memang dalam perkembangan inovasi seperti ini harus diimbangi regulasi yang ada. Saya ngomong apa adanya, inovasi lebih cepat dari peraturan. Di semua negara tertatih, barang keluar, regulasi belum siap," ujar Jokowi. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed