Selasa, 08 Jan 2019 21:15 WIB

Google Assistant Hadir di Semiliar Perangkat Akhir Bulan Ini

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Google Assistant masih berusia relatif belia. Tapi asisten pintar yang diperkenalkan pada tahun 2016 ini sudah diklaim akan ada di semiliar perangkat pada akhir bulan ini.

Angka ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan dari 500 juta perangkat di bulan Mei 2018. Pencapaian ini tentu patut dibanggakan oleh Google mengingat pesaing terdekatnya, Alexa buatan Amazon, baru hadir di 100 juta perangkat.

Patut dicatat bahwa mayoritas dari perangkat tersebut adalah smartphone Android yang secara default sudah dipasangi Assistant. Assistant sendiri tersedia untuk smartphone yang menjalankan Android Lollipop 5.0 atau yang lebih tinggi.




"Jejak terbesar saat ini ada di smartphone. Di perangkat Android, kami memiliki jejak yang sangat besar," kata Vice President Google Assistant Manuel Bronstein, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (8/1/2019).

Selain di smartphone, Google Assistant juga hadir di perangkat pintar lainnya seperti speaker pintar, layar pintar, headphone dan masih banyak lagi.

Saat ini kehadiran Google Assistant memang masih lebih banyak di smartphone, tapi Bronstein menegaskan bahwa porsi speaker pintar dan peralatan rumah pintar lainnya juga semakin besar.




Selain itu, Google juga menyebutkan bahwa Assistant kini bisa berbicara dalam 30 bahasa dan tersedia di 80 negara. Pada awal tahun 2018, Assistant hanya bisa berbicara delapan bahasa dan hadir di 14 negara.

Google juga memaparkan bahwa pengguna aktif global, baik bulanan maupun harian, juga meningkat hingga empat kali lipat dalam setahun terakhir.

Bornstein pun sudah mengincar satu miliar perangkat berikutnya yang akan memiliki Assistant. Menurutnya, pasar selanjutnya yang akan disasar oleh Assistant adalah pasar berkembang, terutama yang masih dibanjiri oleh feature phone.




"Ada banyak sekali feature phone di pasaran saat ini - hingga ratusan juta. Tapi jika kalian berpikir tentang menulis, membaca dan mengetik di feature phone ternyata tidak sesederhana itu," jelas Bronstein.

"Dan interaksi suara semakin menjadi penting di pasar tersebut, dan kita mulai lihat adanya daya tarik di sana," sambungnya.

Bronstein mengatakan bahwa Google telah memiliki rencana untuk merambah pasar-pasar tersebut. Tapi rinciannya baru akan dibeberkan di gelaran Mobile World Congress pada bulan Februari 2019.


(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed