Selasa, 04 Des 2018 20:47 WIB

Dukung UKM, Lazada Jual Produk Lokal 11 Desember

Tia Reisha - detikInet
Foto: Tia Reisha/detikcom Foto: Tia Reisha/detikcom
Jakarta - Hari belanja online nasional atau Harbolnas menjadi momen untuk para e-commerce menggelar promo demi meningkatkan penjualan. Namun berbeda dengan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Lazada, tak hanya ingin memeriahkan momen tahunan ini tapi juga ingin mendukung perkembangan UKM di Tanah Air.

Dalam gelaran Lazada 12.12 Grand Year End Sale yang akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 10-12 Desember 2018 mendatang, Lazada menggelar satu hari khusus untuk menjual produk lokal, yaitu pada 11 Desember 2018. Hal ini merupakan bentuk dukungan dari Lazada untuk penjualan produk lokal.


"Di tanggal 11 dalam campaign terbesar kami merupakan panggung terbesar untuk produk-produk lokal Indonesia. Jadi, di tanggal 11 itu festival karya anak bangsa, kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal itu pilihannya tidak hanya batik, handycraft. Tidak. Sebenarnya sudah banyak produk Indonesia yang kelasnya bukan sekadar lokal lagi tapi sudah internasional," ujar Head of Traffic Management Lazada Indonesia Haikal Anggoro, dalam konferensi pers di Pullman Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Ia mengatakan, dengan dukungan ini, para pelaku UKM diharapkan dapat mengembangkan brand-nya hingga setara dengan brand internasional. Sehingga tidak hanya mendapatkan omzet yang besar tapi juga lebih dikenal secara global.

"Banyak dari brand tersebut merupakan karya produk lokal dan kami ingin bahwa seller yang ada di Lazada ini omzetnya itu sudah besar tapi dengan branding yang baik, mereka bisa sebesar brand-brand lokal lainnya yang bisa jaya. Kita ingin brand kita yang masih kecil-kecil punya mimpi untuk tidak sekedar jualan tapi juga punya brand setara internasional," lanjut Haikal.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu seller di Lazada, Ambarwatie Hadie mengatakan, penjualan produknya mengalami peningkatan hingga 800%. Hal ini, lanjutnya, merupakan hasil dari analisa yang rutin ia lakukan. Terlebih, ia juga sudah bergabung di Lazada sejak 5 tahun silam.

"Suatu yang amazing berjualan di online ini. Saya juga sebenarnya merasa terkejut ternyata feedback-nya sebesar itu walaupun memang harus ada trik dan strateginya. Kalau di Lazada itu intinya follow the system," ujar Ambar.

Ia juga mengatakan, e-commerce ini bisa membantu para seller untuk terus berkembang meskipun sebelumnya belum memiliki ilmu apa pun tentang online marketing. Namun dengan niat dan kemauan, ungkapnya, setiap UKM yang menjadi seller di Lazada pasti bisa mengembangkan bisnisnya dengan baik.

"Lazada itu bukan sekadar platform, bukan sekadar membuat orang buka toko lalu ditinggalkan, tapi Lazada itu men-support seller untuk benar-benar bisa berkembang," sambungnya.


Selain itu, ia mengatakan Lazada menyediakan Sales Center dan Business Analyst yang membantunya untuk menganalisis setiap data penjualan dari tokonya. Dengan begitu, ia bisa mengetahui produk mana yang mencapai penjualan tertinggi.

"Di Lazada itu semua seller dilengkapi dengan Sales Center di mana ada yang namanya Business Analyst. Di Business Analyst itu kita mengatur semua harga dan stok jadi kita sebagai seller bisa menganalisa produk mana yang top, produk mana yang punya visibilitas tinggi. Jadi kita siapkan produknya agar di 12.12 itu tidak kehabisan," pungkas Ambar. (ega/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed