Selasa, 04 Des 2018 14:46 WIB

Canggih, Begini Jadinya Kalau Kota Diterangi Pakai IoT

Nabila Nufianty Putri - detikInet
Country Leader of Signifys Business/Operation Indonesia Rami Hajjar, Foto: Nabila Putri / detikcom Country Leader of Signify's Business/Operation Indonesia Rami Hajjar, Foto: Nabila Putri / detikcom
Jakarta - Perusahaan teknologi kini berlomba mengembangkan platform Internet of Things (IoT), termasuk Philips. Perusahaan yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda ini mengembangkan layanan pencahayaan terkoneksi.

Salah satu yang dimilikinya yaitu Interact City. Ini adalah perangkat lunak sistem dan manajemen pencahayaan LED terkoneksi untuk meningkatkan layanan kota.

Interact City menawarkan pencahayaan tata kota yang lebih mudah dan canggih dalam satu sentuhan. Dengan Interact City, pemerintahan sebuah kota dapat mengatur pencahayaan wilayahnya dari jarak jauh dan bisa disesuaikan berdasarkan waktu, musim hingga acara.


"Pertama, kami memimpin di bidang pencahayaan LED yang hemat energi, kemudian dalam pencahayaan terkoneksi untuk memberikan manfaat operasional bagi para pelanggan kami. Sekarang, di saat titik lampu cukup pintar untuk mengumpulkan data tentang kinerja mereka dan lingkungan di sekitar mereka, kami memanfaatkan kecerdasan tersebut," kata Country Leader of Signify's Business/Operation Indonesia Rami Hajjar, di Atrium Senayan City, Senin (3/12/2018).

"Dengan menganalisis data dari lampu, perangkat, dan sistem kami yang terkoneksi, tujuan kami adalah menciptakan nilai tambah bagi pelanggan kami melalui layanan data-diaktifkan yang membuka kemampuan dan pengalaman baru," sambungnya.

Pencahayaan publik dalam sistem ini tak sekadar pengaturan menyala dan mati. Namun, dapat disesuaikan berdasarkan waktu. Misalnya, di tempat-tempat yang rawan, pencahayaan dapat diatur menjadi sangat terang. Bahkan, jika sudah semakin larut dan jarang dilalui orang, maka cahaya dapat diatur menjadi redup.

Tak hanya itu, jika terjadi pemadaman lampu di suatu wilayah, maka masyarakat sekitar tidak perlu menghubungi pemerintah kota setempat untuk memperbaiki. Pasalnya, Interact City dapat mendeteksi bagian mana yang mengalami gangguan.

Oleh karena itu, Interact City selain meningkatkan layanan kota juga meningkatkan keselamatan warga, dan mempercantik ruang publik. Bahkan, Interact City dapat mengurangi biaya energi dan meningkatkan efisiensi sehingga pemerintah kota dapat menginvestasikan kembali penghematan tersebut dalam proyek kota pintar baru.

"Interact IoT platform mengubah sistem pencahayaan dari titik-titik pencahayaan individu menjadi titik-titik data yang terintegrasi. Dengan menggunakan Interact City, yang mengumpulkan data dari semakin banyak titik lampu, perangkat sensor dan sistem yang terhubung, pelanggan kami mendapatkan akses informasi dan layanan yang memberikan nilai yang jauh melampaui penerangan sederhana," tambah Rami.

Signify menjadi nama perusahaan baru dari Philips Lighting terhitung sejak 16 Mei 2018. Nama legal dari Signify akan diterapkan di Indonesia pada awal 2019. Signify berkolaborasi dengan Senayan City, menampilkan pertunjukan pencahayaan Signify dalam pameran 'City of Light' dari tanggal 1 Desember 2018 sampai 13 Januari 2019.


Acara pameran ini dibangun menyerupai miniatur kota modern di area seluas 450 meter persegi. Pameran ini dibagi menjadi beberapa bagian yang dibuat mirip dengan aplikasi pencahayaan sesungguhnya seperti kantor, monumen kota, area ritel, kamar hotel, dan rumah.

Selain Interact City, berbagai platform yang dipamerkan dalam 'City of Light' meliputi, Interact Office untuk kantor dan gedung komersial, Interact Industry untuk pabrik, gudang dan pusat logistik. Interact Landmark untuk pencahayaan arsitektur, Interact Hospitality untuk hotel, Interact Sport untuk stadion dan Interact Retail untuk ritel dan toko makanan. (ega/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed