Rabu, 28 Nov 2018 14:17 WIB

d'Youthizen Goes to Campus

Kisahkan Kariernya, Mario Ardi: Dulu Fotografer Nggak Dihargai

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Fotografer Mario Ardi (Foto: Grandyos Zafna/detikINET) Fotografer Mario Ardi (Foto: Grandyos Zafna/detikINET)
Jakarta - Saat ini, pekerjaan fotografi mungkin sudah banyak ditemukan. Mulai dari bisnis kuliner hingga pesta pernikahan butuh jasa seorang fotografer.

Walau begitu, hal tersebut ternyata sedikit berbeda dalam beberapa tahun lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh fotografer profesional Mario Ardi.

"Awalnya (jadi fotografer) itu nggak segampang yang kalian pikirin. Dulu pekerjaan fotografer itu nggak dihargai. Orang tua aja nggak mau kasih kamera," ujarnya dalam acara d'Youthizen Goes to Campus di Auditorium Program Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Rabu (28/11/2018).

Dalam acara hasil dari kolaborasi detikcom dan Program Vokasi Universitas Indonesia yang disponsori oleh Honor ini, Mario mengaku sudah bercita-cita menjadi fotografer sejak SMA. Beruntung, ia memiliki paman yang memberinya kamera.




Dari situ, ia mencoba belajar fotografi secara autodidak. Mario memperkaya ilmu dengan grafik visual yang dipelajarinya di kampus.

Kini, ia sudah berkarier selama 13 tahun di dunia pemotretan. Sepanjang perjalanan, Mario mengatakan dirinya sudah bekerja sama dengan puluhan brand serta 70% selebriti berprestasi di Indonesia.

Dalam perjalanan karirnya, Mario mengaku sempat melawan arus. Hal ini terjadi pada waktu kisaran 4-5 tahun lalu.

Saat itu, ia mengatakan semua fotografer memotret selebritas dengan nuansa mewah, baik itu dari busana, latar, hingga make up. Walau begitu, ia justru ingin menunjukkan para public figure itu seminimalis mungkin.

"Saya inginnya para selebriti ini tampak natural. Saya ingin bikin image baru terhadap artis. Kalau bisa seminimalis mungkin," ucapnya.




Inovasinya itu pun awalnya sempat dikritik. Sejumlah pihak menyebut gayanya terlalu sederhana untuk memotret selebritas.

Mendapat kritik seperti itu, Mario tetap kukuh pada pendiriannya. Menurutnya, selama konsisten maka akan semakin banyak orang yang menyukainya.

"Itu yang menjadi motivasi saya dalam membuat karya baru," pungkas Mario.


(mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed