Rabu, 21 Nov 2018 12:14 WIB

Percaya Bumi Datar, Wanita Ini Dipecat Perusahaan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Suasana konferensi Bumi datar. Foto: Edmonton Journal Suasana konferensi Bumi datar. Foto: Edmonton Journal
Jakarta - Penganut Bumi datar ada yang fanatik. Karena minoritas, mereka kerap diejek orang dekat, bahkan sampai dipecat dari pekerjaannya. Tapi mereka tetap teguh pada pendiriannya.

Nate Thompson adalah pengelola NASAlies.org dan moderator grup Facebook bernama Flat Earth & Globe Discussion. Dia mengaku dipecat dari pekerjaannya karena meyakini Bumi tidaklah bulat.

"Aku dulu bekerja untuk sebuah perusahaan bernama Legal Shield dan perusahaan itu tak hanya memecatku, mereka memintaku meninggalkan semua keyakinanku dan aku tak mau melakukannya," kata Nate yang dikutip detikINET dari Colorado Radio News.



"Kebenaran adalah kebenaran dan aku akan mempertahankannya. Bahkan jika aku harus kehilangan teman, keluarga atau pekerjaan," tandasnya.

Baginya, teman sejati tidak akan meninggalkannya hanya karena beda opini soal bentuk Bumi. Tentu, mayoritas yang mempercaya Bumi datar tidak bersikap garis keras seperti Nate.

Seperti Mia Asher Shee, penganut Bumi datar yang datang ke konferensi Flat Earth International Conference di Denver. Ia berasal dari New Mexico. Kedatangannya tak lain untuk lebih memantapkan keyakinannya. Ia juga belum begitu terbuka soal kepercayaan Bumi datar.

"Aku perlu mendengar lebih, itulah mengapa aku berada di sini. Ini memang perjuangan karena banyak orang dari lahir diprogram untuk percaya pada satu hal," kata dia.

"Maka menjadi sungguh berbeda dari program itu adalah perjuangan dan ada ejekan, Anda diolok-olok," katanya, yang dimarahi mertua karena percaya Bumi datar.

(fyk/krs)