Selasa, 13 Nov 2018 17:37 WIB

Begini Nasihat Bos Twitter soal Jumlah Follower

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jack Dorsey bicara soal jumlah follower di Twitter (Foto: Anushree Fadnavis/Reuters) Jack Dorsey bicara soal jumlah follower di Twitter (Foto: Anushree Fadnavis/Reuters)
New Delhi - CEO Twitter Jack Dorsey menasihati para pengguna layanannya agar tidak terobsesi dengan jumlah follower. Ada yang lebih relevan ketimbang jumlah follower.

Ketika berbicara dalam sebuah event di New Delhi, India, Dorsey mengatakan bahwa ia dan tiga pendiri Twitter lainnya tidak mempertimbangkan semua dinamika yang dapat terjadi ketika mereka mempersiapkan peluncuran Twitter di tahun 2006.

"Ini sebenarnya mendorong kalian untuk meningkatkan jumlah follower. Itu mungkin relevan 12 tahun yang lalu, tapi saya pikir tidak untuk saat ini," ujar Dorsey seperti dikutip detikINET dari CNET, Selasa (13/11/2018).

"Menurut saya yang lebih penting adalah jumlah dari percakapan bermakna yang kalian dapatkan di platform. Berapa kali kalian menerima balasan?" sambungnya.

Salah satu pendiri Twitter lain, Evan Williams, sebelumnya juga mengatakan bahwa dengan informasi jumlah follower di profil pengguna juga merupakan hal yang merugikan. Menurutnya hal itu justru menjadikan Twitter bagaikan sebuah kontes popularitas, walaupun ia juga mengaku bahwa hal tersebut mendorong Twitter saat awal berdiri.

Pengguna Twitter saat ini pun begitu memperhatikan jumlah follower. Salah satu contoh, bulan Juli lalu Presiden AS Donald Trump, yang memiliki 55 juta follower Twitter, sempat mengamuk ketika jumlah follower-nya berkurang 300 ribu. Ia menuduh Twitter memiliki bias politik kepadanya.

Twitter sendiri sudah mengatakan bahwa follower pengguna bisa saja berkurang. Itu dikarenakan mereka secara rutin menghapus akun palsu dan bot untuk memastikan interaksi yang sehat di platform-nya.

(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed