Jumat, 09 Nov 2018 20:01 WIB

Pegawai Google yang Ikut Demo Belum Puas dengan Respons Bos

Virgina Maulita Putri - detikInet
Pegawai Google yang ikut demo belum puas dengan respons bos mereka (Foto: Arnd WIegmann/Reuters) Pegawai Google yang ikut demo belum puas dengan respons bos mereka (Foto: Arnd WIegmann/Reuters)
Jakarta - Google memang sudah memberi respons atas tuntutan karyawannya dalam aksi demo lalu. Tapi pegawai Google koordinator aksi itu tak sepenuhnya puas karena beberapa tuntutan tak digubris.

Lewat email, CEO Google Sundar Pichai sudah mengirimkan memo kepada seluruh pegawai Google. Isinya, akan ada perubahan tentang bagaimana Google akan melakukan perubahan dalam menangani kasus pelecehan dan kekerasan seksual.

Di sisi lain, koordinator aksi demo Google lalu tak puas karena, salah satunya, Pichai gagal menaikkan tanggung jawab Chief Diversity Officer untuk bisa langsung melapor kepadanya. Selain itu juga mengabaikan permintaan pegawai untuk memiliki wakil di dewan direksi.




"Jika kita ingin mengakhiri pelecehan seksual di tempat kerja, kita harus memperbaiki ketimpangan struktur kekuasaan ini," tulis para koordinator demo tersebut dalam pernyataan resminya, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (9/11/2018).

Salah satu tuntutan utama dari pegawai adalah ditanganinya diskriminasi, rasisme, serta peran pegawai kontrak yang dianggap sebelah mata dibandingkan dengan pegawai full-time.

"Pegawai kontrak mengisi lebih dari separuh tenaga kerja Google, dan melakukan peran yang penting di perusahaan, tetapi hanya menerima sedikit benefit yang terkait dengan bekerja di perusahaan teknologi," tulis mereka.

"Mereka sebagian besar adalah orang kulit berwarna, imigran, dan orang-orang dengan latar belakang kelas pekerja," sambungnya.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani sembilan pegawai Google ini, mereka juga menyatakan ingin bertemu dengan pimpinan Google untuk membuat tuntutan mereka menjadi kenyataan.

Protes yang diikuti 20.000 pegawai Google dari seluruh dunia ini merupakan respons atas cara Google dalam menangani kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh eksekutifnya, termasuk bapak Android, Andy Rubin.




CEO Google, Sundar Pichai sendiri telah menetapkan beberapa kebijakan baru terkait penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan kerja. Seperti menjadikan proses arbitrasi opsional dan meningkatkan sistem untuk melaporkan pelecehan dan kekerasan seksual.


(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed