"Kalian mungkin menebak apa isi toples ini dan kalian benar. Kotoran manusia. Feses dalam jumlah kecil ini memiliki 200 triliun rotavirus, 20 bakteri Shigella dan 100 ribu telur cacing parasit," katanya, dikutip detikINET dari Telegraph.
"Aku membawa kotoran ini untuk menarik perhatian betapa seriusnya isu ini, yang membunuh lebih dari 500 ribu orang per tahun, yaitu sanitasi yang buruk," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Astaga, Bill Gates Bawa Kotoran Manusia |
Jika tidak melakukan sesuatu, pendiri Microsoft ini yakin situasi semakin buruk. Itu yang mendasari yayasan Bill & Melinda Gates Foundation memberikan dana USD 200 juta pada beberapa tim untuk mengembangkan toilet yang tak membutuhkan air ataupun listrik.
Gates juga mendanai mesin bernama Omniprocessor yang diciptakan ilmuwan bernama Peter Janicki. Mesin itu mengeringkan kotoran manusia dan kemudian membakarnya, menciptakan panas yang mendayai mesin untuk menciptakan listrik. Lalu, air yang dihasilkan disaring sehingga siap minum.
Bill Gates pamerkan tinja. Foto: Reuters |
Dia pernah meminum air tersebut tanpa ragu. "Rasa airnya sebaik dengan air minum di botol. Setelah mempelajari teknik di belakangnya, aku senang saja kalau harus meminumnya setiap hari. Seaman itu," kata dia.
Solusi tersebut diharapkan membantu masyarakat miskin yang kekurangan akses pada air bersih sekaligus membersihkan kotoran manusia. Mesin dapat menangani kotoran manusia kuantitas besar untuk menghasilkan air dan listrik.
Tonton juga 'Bill Gates Bawa Kotoran Manusia Saat Berpidato':
Bill Gates pamerkan tinja. Foto: Reuters