Kamis, 01 Nov 2018 21:50 WIB

Ribuan Karyawan Google Berdemo

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Twitter @GoogleWalkout Foto: Twitter @GoogleWalkout
Jakarta - Ribuan karyawan Google di seluruh dunia memulai aksi protes terkait skandal pelecehan seks yang terjadi di perusahaan tersebut.

Aksi tersebut dinamai Google Walkout for Real Change, dan mereka mengaku ada lebih dari 1500 karyawan -- kebanyakan di antaranya adalah perempuan -- akan berdemo dengan walkout, alias meninggalkan kantornya, di lebih dari 60% kantor Google di seluruh dunia pada pukul 11.10 siang waktu setempat.

"Kami tak ingin merasa kalau kami tak setara atau kami tak dihargai lagi. Google terkenal karena budayanya. Namun pada kenyataannya kami bahkan tidak mendapat respek dan keadilan untuk setiap orang yang ada di sini," ujar Claire Stapleton, product marketing manager YouTube.

Aksi walkout ini dimulai dari sejumlah kantor Google di Asia, sepert Singapura, dan kemudian diikuti oleh karyawan Google di belahan dunia lain. Akun Twitter @GoogleWalkout sudah mulai menyebar foto aksi tersebut yang dilakukan di Twitter dan Instagram, dengan menggunakan tagar #GoogleWalkout.


Ada lima tuntutan yang diminta para karyawan tersebut, yaitu:

1. Mengakhiri pemaksaan arbitrasi pada kasus diskriminasi dan pelecehan.
2. Komitmen untuk mengakhiri ketidakadilan jumlah gaji dan kesempatan.
3. Mengungkap kasus pelecehan seks secara transparan ke publik.
4. Adanya proses yang jelas, seragam, dan inklusif untuk pelaporan pelecehan seks yang aman dan anonim.
5. Chief Diversity Officer bisa melapor langsung ke CEO dan memberi rekomendasi langsung ke dewan direksi. Lalu harus ada perwakilan karyawan di dewan direksi.


Aksi protes ini dipicu oleh laporan New York Times yang menulis soal kasus pelecehan seks bapak Android Andy Rubin, yang sudah mengundurkan diri dari Google sejak 2014. Yang dipermasalahkan dari kasus itu adalah Google tetap memberi pesangon pada Rubin setelah ia diketahui melakukan pelecehan seks terhadap bawahannya.




Lebih parahnya lagi, bos besar Google Larry Page tetap memberikan pernyataan berisi pujian pada Rubin saat ia mengundurkan diri, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (1/11/2018).

Ada juga mantan SVP of search Google Amit Singhal yang dilaporkan mendapat pesangon setelah mengundurkan diri karena tuduhan pelecehan seks. Lalu direktur Google X Rich DeVaul tetap dipertahankan di Google setelah melakukan hal tak pantas terhadap calon karyawan Google.

Menanggapi laporan tersebut, CEO Google Sundar Pichai dan VP people operations Google Eileen Naughton mengeluarkan pernyataan yang berbunyi sudah memecat 48 orang yang terlibat pada kasus pelecehan seks selama dua tahun ke belakang tanpa memberi pesangon.

Namun kedua orang itu sama sekali tak menyangkal laporan New York Times. Sementara Rubin menyebut laporan tersebut mempunyai sejumlah kesalahan mengenai masa kerjanya di Google, dan melebih-lebihkan pesangon yang didapat Rubin dari Google, serta menyangkal tuduhan pelecehan seks yang ditujukan padanya.

(asj/krs)