Selasa, 30 Okt 2018 20:05 WIB

Bitcoin yang Kian Populer Disebut Bisa Bahayakan Bumi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Meningkatnya popularitas Bitcoin disebut bisa membahayakan Bumi (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration) Meningkatnya popularitas Bitcoin disebut bisa membahayakan Bumi (Foto: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration)
Jakarta - Cryptocurrency secara khusus bitcoin sedang meningkat popularitasnya. Sekumpulan peneliti, lewat hasil studinya, menyebut hal ini bisa membahayakan Bumi. Kenapa?

Sebagai mata uang digital yang mengandalkan listrik, meningkatnya popularitas bitcoin bisa membahayakan Bumi karena emisi karbon yang dihasilkannya. Itu merupakan kesimpulan dari studi yang diterbitkan oleh peneliti dari University of Hawaii.

Emisi karbon disebut muncul ketika komputer menciptakan bitcoin baru, dengan menjalankan software yang memaksa prosesor bekerja keras dan menggunakan banyak tenaga listrik. Setiap transaksi dengan bitcoin juga menggunakan listrik dalam jumlah besar.



"Kekhawatiran lingkungan terhadap penggunaan bitcoin muncul dari jejak karbon yang besar untuk bagian transaksi global yang sangat kecil dan potensi untuk pengunaannya secara lebih luas," tulis makalah tersebut, seperti dikutip detikINET dari CNET, Selasa (30/10/2018).

Studi tersebut juga menyebut bahwa mata uang digital ini menggunakan begitu banyak listrik sehingga berpotensi meningkatkan suhu global hingga 2 derajat Celcius pada tahun 2048.

"Analisis kami menunjukkan bahwa jika tingkat adopsinya mengikuti teknologi yang digunakan secara luas, ini dapat menciptakan permintaan listrik yang mampu menghasilkan cukup emisi untuk melebihi 2 derajat Celcius pemanasan global hanya dalam beberapa dekade," kata para peneliti dalam makalah tersebut.
Kenaikan 2 derajat Celcius ini krusial karena angka tersebut merupakan patokan para ilmuwan dalam memperkirakan perubahan iklim yang akan menyebabkan efek buruk bagi Bumi.

Ini bukan laporan pertama mengenai potensi buruk bitcoin bagi Bumi. Pada Desember 2017 lalu, misalnya, laporan Mother Jones mengatakan bahwa sebuah transaksi bitcoin mampu menyedot listrik sebesar penggunaan satu rumah dalam seminggu.


(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed