Senin, 29 Okt 2018 17:16 WIB

Festival Animasi Baros Perkenalkan Cimahi ke Mata Dunia

Rachmadi Rasyad - detikInet
Foto: Rachmadi Rasyad/detikINET Foto: Rachmadi Rasyad/detikINET
Jakarta - Pemerintah Kota Cimahi bersama komunitas Cimahi Creative Association (CCA) kembali menghelat kegiatan Baros International Animation Festival (BIAF) yang berlangsung pekan lalu, selama tiga hari pada 26-28 Oktober 2018 di Gedung Technopark Kota Cimahi.

BIAF adalah kegiatan yang rutin digelar setiap tahun di Kota Cimahi. Di tahun ini, pagelaran BIAF telah memasuki usianya yang ke-6. BIAF bertujuan untuk mengedukasi para animator sekaligus menjaring investor industri animasi yang berasal dari berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Iran, Jerman, Polandia, dan lain-lain.



Walikota Cimahi Ajay M. Priatna pun mengapresiasi digelarnya BIAF sebab para animator di Kota Cimahi telah menorehkan berbagai prestasi. Salah satunya, sambung Ajay, saat ini ada peserta dari Cimahi yang masuk ke dalam sepuluh besar festival animasi yang diadakan di Dubai.

"Saya pribadi selaku Walikota Cimahi merasa bangga dan memberi apresiasi setinggi-tingginya. Ada yang namanya Januar tadi saya ngobrol ternyata juara dunia ke dua animasi. Sekarang ada festival juga di Dubai katanya salah satu dari Cimahi masuk menjadi sepuluh besar," ungkap Ajay ketika ditemui usai membuka acara BIAF, Jumat (26/10) malam.

Ajay pun mengungkapkan, ke depannya akan menyempurnakan prasarana yang belum optimal demi mendukung kegiatan animasi di Kota Cimahi. Sebagaimana diketahui, selama ini para animator di Kota Cimahi kerap berkumpul dan menyalurkan kreativitasnya di Gedung Baros Information Technology Center (BITC).

"Pastinya prasarana kita akan bekerja sama dengan dinas terkait akan disempurnakan yang belum optimal. Pokoknya apa pun yang mendukung seperti komputernya atau apa pun akan kita tingkatkan," sambung Ajay.

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua CCA Rudy Suteja mengungkapkan jika BIAF yang dihelat kali ini termasuk ke dalam persiapan untuk menjadikan Cimahi sebagai market based bagi pasar animasi di dunia.

"Kebetulan tema kali ini adalah persiapan untuk menjadi market based. Jadi, ke depan BIAF ini harus menjadi market based bagi industri atau pasar animasi di dunia. Ini kita persiapkan ke arah sana," kata Rudy.

Rudy mengaku dukungan yang diberikan oleh pemerintah bagi tumbuh dan berkembangnya animasi sudah cukup baik. Selain itu, dia pun mengaku jika Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki berangsur membaik seiring banyak digunakannya animator asal Cimahi di industri animasi.

Festival Animasi Baros Perkenalkan Cimahi ke Mata Dunia Suasana pembukaan BIAF 2018. Foto: Rachmadi Rasyad/detikINET


"SDM juga berangsur sudah cukup membaik. Anak-anak kita juga dipakai dimana-mana. Pada kenyataannya, setiap studio animasi di Indonesia pasti pernah bersentuhan dengan Kota Cimahi," papar dia.

Namun, Rudy mengatakan agar karya para animator dapat dipasarkan dengan jangkauan yang lebih luas lagi, diperlukan terbangunnya semacam ekosistem.

Adapun ekosistem yang dimaksud, sambung Rudy, di antaranya berupa SDM, pemasaran, teknologi, internet, pajak, hingga permodalan yang diinisiasi oleh lembaga-lembaga pemerintah yang saling terkait.

"Kembali ke masalah regulasi, bagaimana kita membangun semacam kawasan untuk membangun aspek-aspek pemasaran ini. Infrastruktur yang harus mulai dibangun ini salah satunya ekosistem. Kenapa Malaysia, Korea, dan India bisa maju? Karena ekosistemnya dibangun. Kita terlambat membangun itu (ekosistem)," ungkap dia.

Sementara itu, animator asal Indonesia yang kini menetap di Selandia Baru, Denny Ertanto, mengaku jika perkembangan animasi di Indonesia belakangan ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dia memberi contoh film Wiro Sableng yang telah berani menggunakan efek visual dengan tingkatan lebih maju. Selain itu, contoh lainnya menurut dia, banyak karya animasi di luar Indonesia yang diciptakan oleh animator asal Indonesia.

"Misalnya segi perfilman, contoh film Wiro Sableng sudah berani memasukkan visual effect yang lebih advance dari sebelumnya yang pernah kita lihat. Dan juga banyak animasi-animasi series yang di luar itu buatan Indonesia," kata Denny yang pernah menjadi bagian efek visual di film Avengers: Infinity War.


Denny pun mengaku terkesan dengan pagelaran BIAF sebab bisa dijadikan sebagai ajang untuk mengenalkan sekaligus mengedukasi mengenai animasi pada pemuda dan pemudi di Indonesia khususnya Kota Cimahi.

"Menurut saya ini sudah bagus banget. Ini bakal mendorong. Tadi saya lihat banyak anak SMK, itu memperlihatkan bagaimana di awalnya udah mendorong edukasi animasi. Itu merupakan salah satu titik pertama untuk mengajarkan animasi ke muda-mudi," pujinya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed