Sabtu, 27 Okt 2018 20:23 WIB

10 Ribu Taksi Online Grab Sudah Lolos Uji KIR

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: Reuters Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta - Grab kini menjadi penyedia jasa ride-hailing dengan armada roda empat terbesar yang sudah lolos uji KIR.

Perluasan pemberlakuan peraturan ganjil-genap di Jakarta beberapa waktu belakangan tentu memengaruhi banyak pihak dalam melakukan mobilisasi. Taksi online jadi salah satu yang termasuk di dalamnya.

Hal ini tentu masuk akal mengingat statusnya sebagai angkutan sewa khusus yang bisa mendapat pesanan dari mana dan ke mana saja. Menanggapi hal tersebut, Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia, mengaku pihaknya sudah memiliki algoritma khusus di dalam aplikasi.

"Algoritma yang kami tanamkan ke aplikasi soal ganjil genap sejauh ini sudah diterapkan dengan baik oleh mitra pegemudi. Pengembangan algoritma itu sekarang driver tidak di-assign apabila mereka mendapat order yang melewati area ganjil-genap dalam waktu tertentu sesuai dengan kebijakan ganjil-genap yang sekarang," ujarnya saat ditemui dalam sebuah kesempatan di Jakarta.


"Jadi, secara otomatis mereka tidak akan mendapat orderan ke daerah situ. Daerah situ itu bukan titik antar dan titik jemput saja tapi juga area yang dilewati," ucapnya menambahkan.

Itu berarti, para pengemudi tak perlu khawatir soal kecocokan nomor polisi mereka dengan aturan ganji-genap. Jika plat kendaraan mereka nomor terakhirnya ganjil, maka mereka hanya akan diarahkan ke jalur yang diberlakukan ganjil-genap pada tanggan ganjil saja, begitupun sebaliknya.

Walau begitu, bukan berarti tidak ada kendala. Saat ini, Tri mengaku sisi regulasi masih jadi kendala.

"Ini kan peraturannya pak gubernur (Anies Baswedan). Angkutan sewa khusus ini udah diakui sama kementerian sebagai angkutan umum. Nah, sebagai angkutan umum, yang online ini kalau di tol sudah diakui jadi sudah boleh masuk pas ganjil genap. Tapi untuk ruas jalan lain itu belum. Nah itu sebenarnya masalahnya. Jadi nanti kalau sudah diakui sebagai angkutan umum, sudah mendapat stiker dari BPTJ, sudah berizin dengan baik, jadi harusnya sudah diakui," tuturnya.

Terkait dengan Peraturan Gubernur tersebut, Tri mengaku masa berlakunya adalah sampai Desember. Ia masih belum tahu apakah setelah itu akan diubah atau kembali ke Pergub lama. Jadi pihaknya akan menunggu sampai Desember untuk melakukan peninjauan.

Mengenai stiker, hanya mobil-mobil yang sudah lewat uji KIR saja yang mendapatkannya. Sampai saat ini, Tri mengklaim pihaknya merupakan yang tertinggi dalam memiliki mobil yang lolos uji KIR, dengan angkanya sudah melewati 10.000 unit. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed