Rabu, 24 Okt 2018 09:44 WIB

Sang 'Pegawai' Jamal Khashoggi Dibunuh, Jeff Bezos Bungkam

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Jeff Bezos. Foto: Alex Wong/Getty Images Jeff Bezos. Foto: Alex Wong/Getty Images
Jakarta - Media di seluruh dunia heboh soal kematian jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Bola salju bergulir deras hingga menyeret nama-nama seperti Donald Trump (Presiden Amerika Serikat), Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki), serta Mohammed bin Salman (Pangeran Arab Saudi).

Walau demikian, ada satu nama yang entah mengapa luput dari pemberitaan. Ia adalah Jeff Bezos, orang terkaya di dunia sekaligus pendiri Amazon, e-commerce terbesar sejagat.

Tunggu, apa hubungannya Jamal Khashoggi dengan Jeff Bezos? Jurnalis tersebut ternyata berstatus sebagai kolumnis Washington Post. Itu adalah media yang diakuisisi oleh Nash Holdings, perusahaan bentukan Jeff Bezos, pada 2013 lalu dengan mahar USD 250 juta.



"Menarik melihat orang-orang yang sudah melontarkan pernyataan secara publik namun masih belum ada penyataan yang jelas dari pemilik surat kabar ini," ujar Felim McMahon, Technology and Human Rights Program Director University of California at Berkeley.

"Adalah hal yang masuk akal untuk menanyakan opini orang tersebut (Bezos)," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Rabu (24/10/2018).

Ya, memang masuk akal. Pasalnya, saat kematian pendiri Microsoft, Paul Allen, belum lama ini, pria berkepala plontos menulis kicauan melalui akun Twitter pribadinya.

"Sangat sedih mendengar kabar berpulangnya Paul Allen. Semangatnya dalam menciptakan hal baru dan keinginan untuk terus maju telah menginspirasi banyak orang. Ia tak terhentikan sampai akhir hayat. Saya bersimpati kepada keluarga dan teman-teman Paul," tuturnya beberapa waktu lalu.

Setelah tweet pada 15 Oktober itu, sampai saat ini, akun Twitter miliknya tampak sepi. Tak ada aktivitas apapun di dalamnya. Alih-alih mengunggah cuitan, me-retweet, atau melakukan like terhadap sebuah kicauan pun tidak.
'Pegawainya' Jamal Khashoggi Dibunuh, Jeff Bezos BungkamJamal Khashoggi. Foto: Middle East Monitor/Handout via REUTERS/File Photo

Akun Instagram miliknya lebih parah lagi. Unggahan terakhir di feed miliknya terpantau pada 19 September lalu, saat ia memasang foto saat acara Emmy Award.

Padahal, pada 2016 lalu, Bezos diketahui menemui reporter Washington Post, Jason Rezaian, secara tertutup pasca Iran membebaskannya. Bahkan, ia mengantarnya pulang menggunakan jet pribadi miliknya. Sekadar informasi, Rezaian ditahan selama 18 bulan atas dakwaan spionase dan tuduhan lainnya.

Berbeda dengan Bezos, Fred Ryan selaku CEO Washington Post, sudah angkat suara soal kasus Jamal Khashoggi. Ia mengutarakan kekecewaannya terhadap pemerintah Arab Saudi dalam sebuah tulisan yang dimuat sendiri oleh media tersebut.

"Pemerintah Arab Saudi secara memalukan dan berulang menyajikan satu demi satu kebohongan selama hampir tiga minggu setelah Jama Khashoggi menghilang di kantor kedutaan mereka di Istanbul," katanya

"Tanpa memberikan bukti, dan bertentangan dengan semua bukti yang ada, kini mereka mengharapkan dunia percaya jika Jamal mati tewas dalam pertarungan setelah sebuah diskusi. Ini bukan penjelasan, ini menutup-nutupi," ujar Ryan melanjutkan.



"Presiden Trump, Kongres, dan pemimpin di seluruh dunia harus meminta bukti yang dapat diverifikasi. Arab Saudi tidak bisa memberikan solusi yang hanya menyelamatkan muka mereka saja pasca kekejaman yang tampaknya diarahkan ke lapisan teratas pemerintahan mereka," pungkasnya.

Entah ada konflik kepentingan apa antara Jeff Bezos dengan para pemimpin Arab Saudi. Yang jelas, ia memang memiliki hubungan dengan Putra Mahkota negara penghasil minyak tersebut, yaitu Mohammed bin Salman. Keduanya juga sempat bersua belum lama ini di Silicon Valley.

Pangeran Salman mengaku kedatangannya ke sana untuk membicarakan kemungkinan kemitraan antara negara kaya minyak yang dipimpinnya dengan para perusahaan teknologi terbaik di dunia. Rumor berkembang bahwa para raksasa teknologi itu akan membuat data center ataupun toko di Arab Saudi.




Tonton juga 'Tim Saudi Mengintai Hutan di Istanbul Jelang Tewasnya Khashoggi':

[Gambas:Video 20detik]

(mon/fyk)