Bos Teknologi Ramai-ramai 'Boikot' Hajatan Arab Saudi

Bos Teknologi Ramai-ramai 'Boikot' Hajatan Arab Saudi

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Selasa, 23 Okt 2018 19:06 WIB
Richard Branson jadi satu dari banyaknya bos-bos teknologi yang 'boikot' hajat Arab Saudi. Foto: Getty Images
Jakarta - Kasus pembunuhan yang melibatkan jurnalis bernama Jamal Khashoggi sepertinya punya dampak besar di dunia teknologi. Lebih spesifik, akibatnya terlihat dari hubungan antara bos-bos teknologi global dengan Arab Saudi, negara asal korban tersebut.

Hal ini tampak dari 'boikot' yang dilakukan sejumlah perusahaan teknologi terhadap hajat besar negara penghasil minyak tersebut. Sekadar informasi, Jamal Khasoggi juga seorang kolumnis Washington Post, media online milik orang terkaya di dunia asal Negeri Paman Sam, yaitu Jeff Bezos.


Mulai hari ini, Arab Saudi menggelar acara bertajuk Future Investment Initiative. Singkat cerita, acara tersebut mirip dengan World Economic Forum.

Sejumlah perusahaan teknologi seperti Google, Uber, hingga SoftBank awalnya berniat mengirimkan wakilnya untuk hadir ke sana. Menariknya, ketiganya memutuskan untuk batal hadir ke acara tersebut.

Diane Greene (CEO Google Cloud), Dara Khosrowshahi (CEO Uber), dan yang terbaru Masayoshi Son (CEO SoftBank), kompak batal berangkat ke Arab Saudi. Bahkan, Dara mengaku dirinya sangat terganggu dengan laporan mengenai Jamal Khashoggi.

Yang menarik adalah keputusan dari Masayoshi. Arab Saudi merupakan salah satu kontributor terbesar bagi proyek senilai USD 100 miliar milik SoftBank, yaitu Vision Fund, yang bisa dibilang merupakan CSR mereka, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Selasa (23/10/2018).

Satu yang jelas, mereka seakan mengikuti jejak tokoh-tokoh lain yang sudah melakukannya terlebih dahulu, salah satunya Richard Branson (founder Virgin Group). Pria berambut gondrong ini bahkan menentukan sikap yang lebih jauh lagi.


Ia baru saja memutuskan untuk mundur dari jabatan Chairman Virgin Hyperloop One. Menariknya, hal tersebut dilakukannya tak lama setelah Arab Saudi membatalkan kerja samanya dengan perusahaan yang berusaha menciptakan moda transportasi modern hyperloop itu.

Pembatalan itu sendiri bermula dari keputusan Branson yang membekukan kerja sama antara keduanya sampai kejelasan mengenai pembunuhan Jamal Khashoggi. Arab Saudi dilaporkan melakukan investasi sebesar USD 1 miliar pada bisnis ini. (mon/rns)