Jumat, 19 Okt 2018 16:31 WIB

Grab Bajak Petinggi Amazon untuk Jadi Bos Teknologi

Adi Fida Rahman - detikInet
Mark Porter, Chief Technology Officer (CTO) for Transport Grab. Foto: Grab Mark Porter, Chief Technology Officer (CTO) for Transport Grab. Foto: Grab
Jakarta - Grab baru saja membajak salah satu petinggi Amazon. Sosok tersebut adalah Mark Porter, yang kini dipercaya menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) for Transport.

Posisi ini sendiri baru dibuat Grab. Mark akan memimpin infrastruktur teknologi Grab dan sejumlah tim yang didedikasikan untuk bisnis transportasi Grab, termasuk mobil, taksi, ojek, carpooling, layanan multi-modal dan lainnya.
"Kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan sistem kami terus stabil dan andal seiring dengan pertumbuhan Grab. Kami memahami ketika hal-hal tidak berfungsi, hal tersebut tidak hanya terkait dengan ketidakmampuan pengguna mendapatkan tumpangan; namun juga berdampak pada kehidupan banyak orang," kata Group Chief Technology Officer Theo Vassilakis dalam keterangan resminya, Jumat (19/10/2018).

"Dalam waktu bersamaan, cepatnya laju inovasi di Grab juga berarti kami harus merancang, membangun, dan menghadirkan fitur dalam waktu sesingkat satu minggu. Penting bagi kami untuk memastikan kami dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, serta perkembangan lanskap pasar. Dengan keahlian terhadap sistem mendalam yang ia miliki, tidak ada talenta yang lebih mampu atau berpengalaman dibandingkan Mark yang dapat memastikan infrastruktur teknologi Grab aman, kuat, dan sejalan dengan tujuan perusahaan," imbuh Theo.

Grab Bajak Petinggi Amazon Jadi Bos TeknologiFoto: Grab


Sebelum di Grab, Mark tercatat sudah lima tahun bekerja di Amazon; terakhir menjabat sebagai General Manager, Amazon RDS, Amazon Aurora, dan Amazon RDS for PostgreSQL. Mark membawa keahlian teknologi mendalam serta pengalaman kepemimpinan dari masa kerjanya di NASA, Oracle, dan Caltech.

Setelah menjadi CTO for Transport Grab, banyak tugas menanti Mark. Dia diminta memastikan infrastruktur teknologi Grab makin kuat guna menciptakan standar keandalan layanan tinggi, serta stabilitas bagi para pengguna, dan pada saat yang sama dapat terus beradaptasi mendukung inovasi produk yang berkelanjutan. Hal tersebut guna mendukung upaya Grab untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Mark juga akan mengawasi pengembangan ketangkasan platform dan machine learning, kecerdasan buatan (AI), dan kapasitas data science untuk memberikan pengalaman transportasi yang lebih aman, lancar, dan personal. Berbasis di Seattle, Mark akan memimpin dan bekerja dengan tim engineering di seluruh jaringan R&D global Grab yang tersebar di 6 negara termasuk Singapura, Seattle, Beijing, Bangalore, Ho Chi Minh City, dan Jakarta.


"Setiap hari setidaknya kami memroses 20TB data. Grab berupaya memanfaatkan wawasan data tersebut di berbagai tingkat - pertama untuk memberikan pengalaman yang lebih lancar, personal, dan intuitif kepada pelanggan kami, kedua untuk menciptakan layanan transportasi yang lebih cerdas dan lebih efisien di Asia Tenggara, dan ketiga untuk bekerja dengan berbagai kota dalam mengoptimalkan lalu lintas dan solusi multi-modal dengan mempelajari pola perjalanan," pungkas Theo.

(afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed