Jumat, 28 Sep 2018 11:12 WIB

Perbuatan Fatal Ini Bikin Elon Musk Terancam Dilengserkan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Elon Musk. Foto: Reuters
Jakarta - Badan pengawas pasar saham dan investasi Amerika Serikat (SEC) menuntut CEO Tesla, Elon Musk gara-gara cuitannya. Cuitan yang dimaksud adalah yang dikirimkan Musk pada 7 Agustus tentang niatnya membuat Tesla menjadi perusahaan privat.

Menurut SEC, cuitan Musk tersebut dianggap memberikan informasi yang salah dan menyesatkan kepada investor. SEC juga mengatakan bahwa cuitan Musk mengakibatkan kebingungan dan gangguan signifikan di pasar untuk saham Tesla serta membahayakan investor.

"Sesungguhnya dan faktanya, Musk bahkan tidak membahas, apalagi menyetujui, syarat-syarat kesepakatan, termasuk harga, dengan sumber pendanaan potensial apapun," kata SEC dalam tuduhannya, seperti dikutip detikINET dari CNN, Jumat (28/9/2018).



SEC juga meminta hakim untuk mencegah Musk untuk menjadi pegawai atau direktur dari perusahaan publik sebagai salah satu bentuk hukumannya. Artinya, bisa saja dia dilengserkan dari posisi CEO Tesla.

Salah satu direktur SEC, Stephanie Avakian dalam konferensi persnya mengatakan bahwa agensinya akan berkomitmen untuk membuat oran-orang bertanggung jawab atas tindakannya meskipun mereka memiliki status sebagai selebriti atau reputasi sebagai inovator teknologi.

Musk sendiri memberikan keterangan resminya untuk menanggapi tuntutan ini. Ia mengatakan bahwa ia kecewa terhadap keputusan SEC untuk menuntutnya.

"Tindakan oleh SEC yang tidak dapat dibenarkan ini membuatku sangat sedih dan kecewa," kata Musk.

"Saya selalu bertindak demi kepentingan terbaik untuk kebenaran, transparansi dan investor. Integritas adalah nilai paling penting dalam hidup saya dan faktanya akan menunjukkan bahwa saya tidak pernah mengkompromikan ini dengan cara apa pun," lanjutnya.



Tesla dan dewan direksinya pun mengelurakan keterangan resmi bersama yang mengatakan bahwa mereka percaya kepada Elon, integritasnya, dan kepemimpinannya dalam perusahaan. Saham Tesla sendiri jatuh bebas sebesar 11% saat pasar ditutup pada Kamis malam.

"Fokus kami tetap pada melanjutkan produksi Model 3 dan memberikan sepenuhnya kepada pelanggan, pemegang saham dan pegawai," tulis keterangan resmi Tesla.




Tonton juga 'Tangis Elon Musk Pecah Demi Pertahankan Tesla':

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)