Selasa, 25 Sep 2018 19:54 WIB

WhatsApp Buka Pengaduan untuk Perangi Hoax

Josina - detikInet
Ilustrasi WhatsApp. (Foto: detikINET/Irna Prihandini) Ilustrasi WhatsApp. (Foto: detikINET/Irna Prihandini)
Jakarta - Dalam beberapa bulan ini, terjadi ketegangan antara pemerintahan India dengan WhatsApp. Alasannya WhatsApp dituding menjadi biang kerok atas kerusuhan yang terjadi di India yang mengakibatkan puluhan orang tewas.

Pemerintahan India pun mendesak WhatsApp untuk melakukan tindakan meminimalisir kerusuhan yang terjadi. Sebelumnya India meminta WhatsApp untuk menelusuri asal usul pesan palsu yang selama ini beredar di platformnya. Namun ditolak oleh WhatsApp dengan alasan berpegang teguh menjaga dan melindungi privasi pengguna.


Meski demikian India tetap bersikukuh meminta untuk memiliki "titik kontak" yang artinya India meminta WhatsApp membuat semacam tempat pengaduan. Hal tersebut akhirnya disepakati dan WhatsApp telah membuka layanan pengaduan dengan memperkerjakan warga India sebagai petugas pengaduan di WhatsApp.

Dilansir detikINET dari Gadgets Now, Selasa (25/9/2018) WhatsApp menunjuk Komal Lahiri seorang direktur senior, operasi dan pelokalan pelanggan global, WhatsApp Inc dengan tugas melayani pengaduan warga di India.


Pengguna sekarang dapat menghubungi kantor pengaduan melalui aplikasi atau melalui email yang tertera di halaman FAQ.

"Untuk menghubungi petugas pengaduan, silakan kirim email dengan keluhan atau kekhawatiran Anda dan tandatangani dengan tanda tangan elektronik. Jika Anda menghubungi kami tentang akun tertentu, harap sertakan nomor telepon Anda dalam format internasional lengkap, termasuk kode negara." tulis WhatsApp. (jsn/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed