Selasa, 18 Sep 2018 08:47 WIB

Elon Musk Belum Bisa Lepas dari 'Neraka' Tesla

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Joshua Lott/Getty Images Foto: Joshua Lott/Getty Images
Jakarta - Dalam beberapa waktu lalu, Elon Musk sempat menulis kicauan di akun Twitter pribadinya sembari menyebut industri manufaktur mobil tak ubahnya seperti 'neraka'. Ternyata, ia masih belum bisa lepas dari beratnya cobaan yang dihadapinya bersama Tesla.

Masih di media sosial Twitter, tampak seorang pembeli Tesla mengeluhkan soal pengiriman mobilnya yang terus diundur tanpa adanya kepastian. Ia pun me-mention akun Elon dalam keluhannya tersebut.



Tak berlangsung lama, pria berjuluk Iron Man pun membalasnya. Ia mengatakan, dirinya bersama Tesla ibarat sedang berpindah dari satu neraka ke neraka yang lain.

"Maaf, kami tengah beralih dari neraka produksi ke neraka pengiriman logistik, tapi masalah ini jauh lebih bisa dikontrol. Kami menunjukkan kemajuan yang signifikan. Seharusnya masalah ini bisa diselesaikan secepat mungkin," tulisnya.



Ya, 2018 ini sepertinya jadi tahun yang berat bagi Elon bersama Tesla. Februari lalu misalnya, produsen mobil listrik tersebut mengumumkan telah merugi sebesar USD 675 juta sepanjang Kuartal IV 2017.

Hal ini sempat membuat sahamnya anjlok sebesar 8% hanya dalam waktu sehari. Penurunan tersebut dipicu ketakutan para investor terhadap Tesla yang bisa saja kehabisan uang.

Setelahnya, Elon dihadapi dengan berbagai masalah dalam produksi dari Model 3, salah satu mobil buatan Tesla. Inilah asal muasal kata neraka pertama kali muncul dari pria kelahiran Afrika Selatan tersebut.

Elon Musk Belum Bisa Lepas dari 'Neraka' TeslaElon Musk. Foto: Istimewa


Otomasi jadi salah satu yang dikeluhkannya. Ia mengaku penggunaan robot dalam menggantikan peran manusia untuk menjalankan beberapa tugas adalah kesalahan, dan Elon merasa yang paling bertanggung jawab atas hal itu.

Tak cuma itu, Tesla juga sempat melakukan recall terhadap Model S sebanyak 123 ribu unit. Saham perusahaan tersebut pun langsung anjlok ke angka USD 266. Selain itu, mobil buatannya juga sempat beberapa kali terlibat dalam kecelakaan, membuat nama Tesla dan Elon Musk jadi bulan-bulanan sejumlah media.

Kondisinya dalam rentetan masalah itu pun dipertegasnya pada wawancara dengan New York Times. Elon mengaku dalam setahun terakhir merasa tersiksa karena itu adalah masa-masa tersulit dalam karirnya.

Pria berusia 47 tahun ini mengaku bahwa dirinya kelelahan karena bekerja keras sampai 120 jam per minggu. Bahkan. pada 28 Juni lalu saat dirinya berulang tahun, dia tetap bekerja tanpa henti sepanjang malam tanpa teman. Media asal Amerika Serikat tersebut pun turut menyatakan bahwa dalam wawancara kadang Elon berhenti bicara karena terlalu emosional.



Sepanjang tahun ini pun, sejumlah analis dan investor secara terang-terangan mengatakan jika mantan kekasih Amber Heard tersebut sebaiknya mundur dari jabatannya sebagai CEO Tesla. Menariknya, Elon mengaku dirinya tidak masalah jika ada orang yang lebih baik dari dirinya hendak menggantikannya di masa depan.

Yang terbaru, ia disebut dilanda stres lantaran tingkah anehnya dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya ketika dirinya tertangkap kamera sedang mengisap lintingan berisi campuran antara ganja dengan tembakau.


Tokoh ini pernah menangis menceritakan kondisi Tesla, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]




(mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed