Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di Inggris
Game akan Jadi Materi Ajaran di Sekolah
Di Inggris

Game akan Jadi Materi Ajaran di Sekolah


- detikInet

Jakarta - Penggunaan game komputer sebagai materi pendidikan akan segera diujicobakan. Terutama di sekolah-sekolah menengah pertama di Inggris. Game seperti apa yang cocok 'masuk sekolah'?Proyek semacam ini diadakan agar para pengajar dapat memasukkan materi video game sebagai salah satu materi ajarannya. Selain itu, lewat proyek ini diharapkan para pembuat game dapat mulai mengusahakan untuk membuat game yang lebih mendidik sehingga dapat digunakan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari materi yang diajarkan.Untuk diketahui saja, yang berada di belakang gerakan 'game masuk sekolah' ini adalah raksasa game Electronic Arts (EA) dan sebuah organisasi pendidikan, Futurelab.Game-game yang akan dihasilkan tidak hanya game-game bertitel 'edutainment' saja. Tetapi juga game-game komersial yang sedianya dapat digunakan para siswa di rumah mereka.Sebetulnya, ide memanfaatkan video game sebagai salah satu materi pengajaran bukanlah hal yang baru. Paket software edukasi telah digunakan secara luas di Inggris sejak 1990.Nantinya dalam proyek ini, para guru akan dibantu dengan konsultan ahli pendidikan untuk mengembangkan metode pengajaran yang cocok untuk memaksimalkan pemanfaatan game belajar tersebut.Game-game yang akan dipakai di kelas-kelas misalnya, game yang berhubungan dengan peristiwa bersejarah atau game yang berhubungan dengan dunia nyata seperti The Sims. Sim City sendiri sebetulnya sudah dimanfaatkan di sekolah-sekolah di Inggris."Hingga saat ini belum ada yang menyelidiki apa sebetulnya yang bisa dipelajari dari sebuah game dan bagaimana game bisa diperkenalkan sebagai salah satu kurikulum pembelajaran," tutur Annika Small, managing director Futurelab seperti dilansir BBC News yang dikutip detikinet Rabu (10/8/2005)."Kami akan mengevaluasi kesuksesan materi ini dan mengidentifikasi aspek tertentu dari game yang lebih relevan dengan dunia pendidikan. Agar pengembang konten bisa mengembangkan game yang sifatnya benar-benar edukatif," demikian Annika mengakhiri. (ien/)







Hide Ads