Senin, 27 Agu 2018 15:45 WIB

Perangi Hoax di Internet, Kominfo Gaet Qlue

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Genderang perang terhadap hoax atau berita palsu, khususnya di internet, terus ditabuhkan. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun menggandeng Qlue untuk bekerja sama.

Kedua belah pihak satu suara untuk memerangi penyebaran konten negatif di dunia maya. Itu ditandai dengan diluncurkan dashboard Aduan Konten.

Sebagai informasi, yang dimaksud dashboard ini adalah adanya fitur yang dirancang khusus, di mana untuk kerja sama Kominfo dan Qlue ini dashboard dimanfaakan guna pelaporan dari masyarakat.

"Kerja sama ini menambah berbagai channel untuk pelaporan yang lebih luas lagi. Kita ada akun Facebook, Twitter atas nama Adun Konten. Sekarang dengan Qlue untuk memfasilitas pelaporan, karena Qlue sudah ada produknya," tutur Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Selasa (27/8/2018).


Sebelumnya, dashboard Qlue telah teruji di beberapa kota Tana Air, termasuk Jakarta, sehingga kesuskesan tersebut coba ditularkan bagi tim Qlue untuk mengembangkan dashboard untuk Kominfo.

Nantinya, dashboard ini dapat melihat tren konten negatif yang banyak beredar seperti intoleransi, berita palsu, dan provokasi.

Disebutkan laporan konten negatif yang diadukan ke Qlue, nanti datanya diintegrasikan ke Kominfo yang langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah.

"Dengan adanya kerja sama ini, harapnya makin banyak laporkan. Data pelaporan nanti diintegrasikan dan dianalisa," ungkap CEO Qlue Raditya Maulana Rusdi di kesempatan yang sama.

Ide dari pembuatan dashboard ini sendiri pun diperkuat oleh tukar pikiran antara Qlue dengan komunitas-komunitas di pelosok Tanah Air. Isu konten negatif ini cukup banyak ditemukan di daerah dan masyarakat, di mana itu membuT resah karena merusak persaudaraan.

Dengan diluncurkannya dashboard Aduan Konten dan Qlue, Kominfo mengharapkan dapat menganalisia lebih dalam mengenai penyebaran konten negatif yang berpotensi memecah-belah bangsa. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed