Ribuan Karyawan Orang Terkaya di Dunia Hidup Melarat

Ribuan Karyawan Orang Terkaya di Dunia Hidup Melarat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 25 Agu 2018 20:20 WIB
Jeff Bezos. Foto: Istimewa
Jakarta - Banyak rupanya karyawan Amazon, perusahaan milik orang terkaya sejagat saat ini Jeff Bezos, terindikasi hidup kekurangan. Mereka bergantung pada program pemerintah Amerika Serikat untuk membantu orang miskin membeli makanan atau dikenal degan nama food stamps.

Dikutip detikINET dari Daily Herald, data dari New Food Economy menyebutkan ribuan karyawan Amazon di Amerika Serikat bergantung pada food stamps untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal itu membuat senator Bernie Sanders geram.

Bernie Sanders yang berasal dari Partai Demokrat, segera memperkenalkan aturan legislatif yang mewajibkan perusahaan dengan banyak karyawan seperti Amazon, Walmart atau McDonalds menanggung biaya food stamps ataupun pemberian lain dari pemerintah seperti ongkos kesehatan.



Tujuannya adalah agar para perusahaan itu membayar upah yang layak pada pegawai serta mengurangi biaya USD 150 miliar yang dikeluarkan pemerintah dari pajak setiap tahun, untuk membantu para karyawan bergaji rendah.

Skemanya sederhana saja. Jadi jika seorang karyawan Amazon menerima bantuan senilai USD 300, maka Amazon akan dikenai pajak dengan jumlah yang sama.

"Di tengah kemakmuran yang masif dan kesenjangan pendapatan, gap antara mereka yang sangat kaya dan yang lain terus melebar," kata dia mengenai alasan peraturan itu diusulkan.



Amazon sendiri mempekerjakan sekitar 575 ribu pegawai. Raksasa e-commerce ini pun mengomentari terkait banyaknya pegawai Amazon yang menerima bantuan dari pemerintah.

"Angkanya menyesatkan karena termasuk orang yang hanya bekerja di Amazon dalam waktu singkat atau memilih part time. Beberapa memilih part time karena lebih fleksibel atau karena alasan lain," tutur juru bicara Amazon. (fyk/fyk)