Selasa, 21 Agu 2018 06:25 WIB

Elon Musk dan Pengorbanan Besarnya Pertahankan Tesla

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Joshua Lott/Getty Images Foto: Joshua Lott/Getty Images
Jakarta - Jika kamu kerap mengeluh saat mendapat lembur suatu hari, tunggu sampai melihat berapa jam Elon Musk bekerja untuk mempertahankan Tesla.

Belum lama ini, Elon Musk menceritakan berbagai penderitaannya dalam memimpin Tesla. Ia mengaku kurun waktu setahun terakhir ini merupakan masa-masa tersulit dalam karirnya dan membuatnya tersiksa.

Hal tersebut dilontarkannya dalam wawancara terbarunya dengan New York Times. Pria berusia 47 tahun ini mengaku bahwa dirinya kelelahan karena bekerja keras sampai 120 jam per minggu.



Itu berarti, jika dirata-rata, setiap harinya ia bisa bekerja selama lebih dari 17 jam sehari. Caranya dalam mengatur waktu ini pun sempat dikomentari karena dianggap tidak sehat dan tak sesuai dengan sains.

Adalah Arianna Huffington, penulis buku The Sleep Revolution: Transforming Your Life, One Night at a Time yang mengatakan hal tersebut. Melalui akun Twitter miliknya, Elon menanggapi dengan menjawab bahwa pola kerja seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dipilih dalam kondisi seperti ini.

Bahkan. pada 28 Juni lalu saat dirinya berulang tahun, dia tetap bekerja tanpa henti sepanjang malam tanpa teman. Media asal Amerika Serikat tersebut pun turut menyatakan bahwa dalam wawancara kadang Elon berhenti bicara karena terlalu emosional.

Elon Musk dan Pengorbanan Besarnya Pertahankan TeslaFoto: Istimewa


Ini bukan kali pertama pria berjuluk Iron man tersebut mengutarakan beratnya menjalankan produsen mobil listrik itu. Dalam wawancara bersama Gayle King dalam acara CBS This Morning pada April lalu, Elon mengaku bahwa dirinya tengah dilanda stres karena produksi Tesla Model 3 yang tengah dikebut lantaran gagal memenuhi target.

"Saya benar-benar stres. Kami sangat kesulitan, bahkan bisa dibilang tersiksa, dalam beberapa bulan terakhir," ucapnya saat itu.

Saat King menanyakan apa yang membuatnya tersiksa, pria kelahiran Afrika Selatan tersebut mengatakan bahwa hal itu disebabkan karena dirinya tidur di lantai pabrik. Lalu, begitu ditanya mengapa ia harus tidur di sana, Elon mengaku bahwa dirinya tidak mempunyai waktu untuk pulang ke rumah, bahkan untuk mandi sekalipun.

Elon Musk dan Pengorbanan Besarnya Pertahankan TeslaFoto: Reuters


Dalam masa-masa itu, ia juga sempat menulis kicauan di akun Twitter pribadinya sembari menyebut industri manufaktur mobil tak ubahnya seperti 'neraka'. Keluh kesahnya ini pun mendapat perhatian besar dari netizen.

Banyak orang melakukan penggalangan dana agar dapat membelikannya ranjang baru. Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui laman GoFundMe, yang mencapai lebih dari USD 4.800, melewati target awal pada USD 1.000. Menariknya pabrik Tesla sejatinya memiliki ranjang, namun Elon memang mengakui bahwa ukurannya terlalu sempit.

Selain itu, dalam masa-masa sibuknya itu, mantan kekasih Amber Heard tersebut juga mengaku dirinya mengabaikan email maupun panggilan telepon yang masuk. Yang terbaru, hubungannya dengan pacarnya sekarang, Grimes, tampaknya juga sedang bermasalah.



Pendiri SpaceX dan musisi indie tersebut terlihat tak lagi mengikuti satu sama lain di akun media sosial masing-masing, sebagaimana detikINET kutip dari Business Insider, Selasa (21/8/2018). Twitter dan Instagram adalah akun media sosial yang dimaksud.

Elon disebut-sebut menekan tombol unfollow terlebih dahulu di Twitter, sebelum akhirnya diikuti oleh Grimes. Meski begitu, penyanyi asal Kanada tersebut masih mengikuti akun milik saudara dan anak dari Elon serta perusahaan-perusahaan besutannya, yaitu Tesla dan SpaceX.

Tonton video Tangis Elon Musk Pecah Demi Pertahankan Tesla:

[Gambas:Video 20detik] (mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed