Kamis, 09 Agu 2018 17:09 WIB

Grab Jelaskan Mediasi dengan Pendemo Berakhir Buntu

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Mediasi antara mitra driver ojek online yang akan berdemo saat pembukaan Asian Games 2018 dengan pihak Grab berjalan buntu. Grab pun membeberkan kenapa mediasi tersebut tidak mencapai kata sepakat.

Diungkap Community Manager of GrabBike Rekha Gayantika, pihaknya telah menjelaskan mekanisme tarif yang mereka terapkan. Sayangnya hal itu seperti tidak dipahami oleh perwakilan mitra driver yang berdemo.

"Kami menetapkan tarif berdasarkan teknologi. Tidak bisa flat, disesuaikan dengan supply dan demand di daerah tersebut" jelas Rekha saat ditemui usai acara deklarasi 150 perwakilan mitra driver Grab untuk mensukseskan Asian Games 2018, Jakarta, Kamis (9/8/2018).



Pihaknya pun tidak bisa mengabulkan tuntutan pendemo yang meminta kenaikan tarif menjadi Rp 3.000 per Km. Pasalnya kenaikan yang signifikan tersebut bisa-bisa mengurangi order yang ujung-ujungnya menurunkan pendapatan mitra driver.

"Sekarang saja saat hujan, banyak penumpang yang urung order karena tarif melonjak dari biasanya. Nanti kalau kita naikkan tarif, orderan malah bakal menurun," kata Rekha.

Apa yang disampaikan Rekha ini senada yang diungkap Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata beberapa hari lalu. Ridzki mengatakan tuntutan kenaikan tarif malah bisa berpotensi mengurangi pendapatan mitra pengemudi.

"Jika dinaikkan secara drastis, makan akan ada penurunan pemintaan secara drastis pula. Imbasnya pendapatan mitra pengemudi kian turun dratis," ujar bos Grab Indonesia itu kala berbincang di Jakarta, Selasa (7/8/2018).


Deklarasi 150 Driver GrabBike Dukung Asian Games 2018, tonton videonya di sini:
[Gambas:Video 20detik]

Ditambahkannya, Grab selalu fokus meningkatkan pendapatan mitra pengemudi. Beragam upaya telah dilakukan, tak terkecuali kenaikan tarif perjalanan GrabBike.

Pada Mei lalu misalnya, Grab telah menerapkan kenaikan tarif. Sebelumnya, Grab menetapkan argo minimum perjalanan sebesar Rp 5.000 naik menjadi Rp 7.000. Mereka pun telah melakukan kenaikan tarif per kilometernya dari Rp 1.600 menjadi Rp 2.300 untuk perjalanan pendek.

"Kenaikan tarif bukan karena demo. Kami selalu melihat dua sisi, yakni mitra pengemudi dan penumpang. Tentunya kami menetapkan berapa yang bisa diterima," tegas Ridzki. (afr/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed