BERITA TERBARU
Senin, 06 Agu 2018 11:22 WIB

Waspada Hoax Soal Gempa Lombok!

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta - Gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018) malam, tentunya menimbulkan kepanikan bagi masyarakat yang terdampak. Sangat disayangkan, masih ada saja oknum yang memanfaatkan ketakutan tersebut untuk menyebar berita bohong di dunia maya.

Twitter dan WhatsApp jadi beberapa platform yang dimanfaatkan para antagonis yang memanfaatkan situasi tersebut. Mereka bahkan mencatut nama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam hoax yang mereka bagikan.


Salah satunya datang dari akun Twitter atas nama @dDBThezite. Kemarin, ia menyebut akan terjadi gempa susulan di seluruh Bali pada tengah malam pukul 00.30 WIB tadi dan diprediksi memiliki kekuatan lebih besar.

Untungnya, pihak terkait yang memiliki kapabilitas meluruskan isu dengan sigap menghalau isu-isu ini. Hoax ini juga langsung dijawab Ita Ayu Purnawati, staf teknisi di Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar. Melalui akun Twitter miliknya, ia membagikan beberapa berita hoax terkait gempa 7.0 SR di Lombok kemarin.

"Sekali lagi saya informasikan, tidak ada yang bisa memprediksi gempa, belum ada satu alat pun yang bisa memprediksi gempa," kicaunya.

Pernyataannya itu pun diperkuat langsung oleh BMKG. Akun Twitter miliknya yang sudah mendapat centang biru itu mengatakan untuk selalu mengikuti perkembangan gempa di Lombok atau lewat @infoBMKG

"[PENTING] Selalu ikuti informasi perkembangan gempa/potensi tsunami di #Lombok melalui akun @infoBMKG dan jangan mudah percaya dengan berita #Hoax yang mengatasnamakan #BMKG. #PrayForLombok," cuitnya.










Sebelumnya, BMKG juga sempat meluruskan isu mengenai gempa Lombok yang akan memicu aktifnya gempa megathrust di Selatan Jawa - Selat Sunda. Badan pemerintah itu menegaskan isu tersebut adalah kabar bohong (hoax). Menurutnya, kedua gempa tersebut dinilai memiliki sumber gempa yang berbeda dengan jarak yang sangat jauh.

"Itu Hoax, jangan percaya. Tidak benar kalau gempa Lombok akan memicu gempa megathrust Selatan Jawa. Video yang banyak beredar merupakan video lama dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resmi di situs BMKG

Lebih lanjut, Dwikorita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak percaya terhadap kabar bohong yang banyak beredar lewat media sosial. BMKG pun, tambahnya, terus membagikan info terkini mengenai prakiraan cuaca, maritim, penerbangan, iklim, kualitas udara, gempabumi, dan tsunami selama 24 jam penuh.

"Pastikan informasi hanya diperoleh dari BMKG. Selain lewat website, masyarakat juga bisa memantau akun media sosial BMKG serta melalui aplikasi mobile yang bisa didownload di Apple Store dan Google Play Store," ujarnya.


Jadi, mari kita semua bersatu dan mendoakan saudara-saudara kita di Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, yang juga mengalami gempa pagi tadi. Jadilah netizen yang kritis, jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas, apalagi memperkeruh suasana dengan membagikan berita-berita bohong yang dapat memicu kepanikan publik.




Tonton juga 'BMKG Minta Warga NTB Jangan Terpancing Hoax Gempa':



Waspada Hoax Soal Gempa Lombok!
(mon/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed