Minggu, 29 Jul 2018 10:40 WIB

Gempa di Lombok Ikut Guncang Dunia

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Rumah rusak akibat gempa di NTB. (Dok BNPB) Foto: Rumah rusak akibat gempa di NTB. (Dok BNPB)
Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter yang terjadi di wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa, bahkan hingga 31 kali, ikut membuat warga dunia terguncang.

Dari pantauan detikINET, Minggu (29/7/2018), cuitan soal Lombok bahkan masuk trending topic dunia dengan lebih dari 14.900 topik perbincangan sejauh ini. Berita soal gempa juga ramai dibagikan ribuan kali oleh netizen global.







Saking hebohnya gempa, Twitter pun ikut memasukkan kejadian ini dalam catatan Twitter Moment yang biasanya hanya untuk momen-momen penting.




Media-media asing pun ikut melaporkan kejadian ini dalam tajuk utama mereka.
















Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri melaporkan telah terjadi 31 kali gempa susulan

"Hingga pukul 07.39 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 31 gempa bumi susulan (aftershock) yang paling kuat M=5,7. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Minggu (29/7/2018).



Gempa terjadi tepat di koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedalaman pusat gempa 24 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Rahmat.

Gempa bumi ini juga dilaporkan menurut Rahmat dirasakan warga Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar. Sedangkan Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar juga dirasakan guncangan gempa.

Sementara di Bima, Tuban Singaraja, dan Mataram juga turut dirasakan guncangan gempa warga. Gempa bumi itu juga tidak berpotensi tsunami.

Gempa 6,4 SR ini pun ikut menimbulkan korban jiwa. Tercatat, ada tiga orang yang tewas dan 12 orang terluka, serta banyak bangunan yang rusak. Bahkan data terbaru, ada 10 lagi tambahan korban pascakejadian.

"Satu orang meninggal dunia di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Dua orang meninggal dunia di Lombok Utara," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (29/7/2018).

Namun Sutopo belum menjelaskan identitas korban tewas itu. Sementara, ada 12 orang mengalami luka-luka. "12 orang luka dan puluhan rumah dan bangunan rusak. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD," ucapnya dalam keterangan awal.

Jalur pendakian ke Gunung Rinjani juga masih ditutup. Ada indikasi longsor.

"BPBD bersama unsur lainnya dari TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan lainnya masih melakukan penanganan darurat. Untuk sementara pendakian Gunung Rinjani ditutup karena ada indikasi longsor berupa debu di sekitar gunung," ujarnya.

Dalam keterangan lanjutannya, menurut Sutopo, korban jiwa atas peristiwa ini bertambah.

"Di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak. Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan," ujarnya. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed