Sabtu, 28 Jul 2018 06:08 WIB

Tips Menghapus 'Aib' Masa Lalu di Media Sosial

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi. Foto: Thinkstock Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Hati-hati dengan yang kalian bagikan di media sosial. Bisa-bisa malah jadi bumerang yang bisa menyerang diri sendiri. James Gunn, sutradara film dua seri Guardian of the Galaxy yang dipecat karena sejumlah kicauan lamanya, jadi bukti sahih jejak digital bisa menjadi sangat berbahaya.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk membersihkan diri dari kesalahan lama di media sosial? Salah satu yang bisa dilakukan adalah menghapus riwayat user di platform bersangkutan.

Karena Gunn dipecat karena cuitan lamanya, maka tidak ada salahnya untuk memberi tips dalam menghapus tweet lawas. Apalagi, ternyata banyak pengguna Twitter yang sadar jika unggahan lama mereka di media sosial itu sangat alay.

Jika menghapus kicauan secara satu per satu tampak merepotkan, tak ada salahnya cari bantuan. Banyak platform seperti TweetDelete, TweetWipe, TweetDeleter, atau TweetEraser yang menawarkan jasa penghapusan riwayat di media sosial berlambang burung tersebut. Platform tersebut bisa diakses dengan menggunakan akun Twitter.



Untuk dua nama yang disebutkan paling awal, tools tersebut memberikan layanan secara gratis. Mereka bisa menghapus riwayat di Twitter dan membuat jadwal secara berkala untuk menghapus kicauan ke depannya, sebagaimana detikINET kutip dari The Verge, Sabtu (28/7/2018).

Jika sudah menentukan layanan mana yang mau dipilih, tidak ada salahnya mengarsipkan kicauan-kicauan lawas itu. Untuk TweetDeleter dan TweetEraser, kedua tools tersebut memiliki layanan untuk menyimpannya di dalam sistem mereka.

Atau jika ingin yang lebih ekonomis, cukup akses pengaturan di dalam Twitter. Untuk versi web, cukup pilih tab "settings and privacy", kemudian menu 'request your archive" akan ada di bagian paling bawah.

Sedangkan di aplikasinya, akses ke "settings and privacy", lalu "privacy and safety", kemudian "see your Twitter data". Terakhir, masukkan password untuk mendapatkan data di dalam media sosial tersebut yang dikirimkan melalui email dalam format file .zip.

Jika sudah menyimpan arsip riwayat penggunaan Twitter, maka aman sudah jika mau membersihkan media sosial tersebut hingga ke akarnya. Satu catatan, beberapa dari layanan yang disebutkan tadi memberikan batasan mengenai jumlah tweet yang dapat dihapus secara serentak sehingga masih ada cukup banyak usaha untuk dilakukan.

Ketika tweet lama sudah bersih, maka tidak ada salahnya untuk memikirkan nasib kicauan ke depan. Sejumlah tools tadi memberikan fitur yang dapat menghapus cuitan yang diunggah dalam jangka waktu tertentu, mulai dari satu pekan, sebulan, hingga setahun. User pun bebas memilih dan mengganti jangka waktu yang diinginkan.

Setelah semua beres, maka yang menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana kita menggunakan media sosial itu sendiri. Dwi Adriansah, Country Industry Head Indonesia & Malaysia Twitter, sempat mengatakan jika media sosial adalah sebuah public domain.

Baginya, ada kemungkinan suara siapa pun di dalamnya dapat terdengar, baik itu berasal dari orang terkenal maupun tidak. Maka dari itu, ada baiknya kita memastikan terlebih dahulu isi unggahan yang akan dibagikan.

Selain itu, Adriansyah pun turut mengingatkan kepada para pengguna media sosial agar bijak dalam bermain di platform digital mana pun. Hal tersebut dikarenakan banyaknya bully, hate speech, dan hoax yang beredar di dunua maya.



Salah satu yang bisa dilakukan oleh user, menurut pria yang kerap disapa Ade tersebut, adalah dengan berhati-hati terhadap segala konten yang ingin diunggah. Selain itu, ia mengingatkan bahwa di tiap media sosial terdapat fitur laporan.

"Ada dua model report. Satu yang ada di dalam media sosial, jadi ada bagian report dan user bisa pilih pelanggaran apa aja. Terus yang kedua itu reporting form, itu biasanya ada link-nya atau bisa dicari di Google. Itu lebih memudahkan karena kita bisa menulis konteks pelanggarannya lebih lanjut," pungkasnya. (mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed