Jumat, 27 Jul 2018 19:16 WIB

Netizen Cari Tahu Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Warga Tarakan salat Gerhana Bulan. (Sovyan/detikcom). Foto: Warga Tarakan salat Gerhana Bulan. (Sovyan/detikcom).
Jakarta - Bagi umat muslim, fenomena alam seperti gerhana Bulan adalah salah satu momen untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta melalui salat gerhana.

Di momen seperti ini, netizen biasanya mencari tahu doa dan niat salat gerhana sebagai persiapan menyambutnya. Nah, jelang terjadinya gerhana Bulan total tanggal 28 Juli, Google Trends Indonesia menampilkan sejumlah keyword pencarian berkaitan dengan fenomena ini, termasuk tata cara melakukan salat gerhana Bulan.

Pantauan detikINET, Jumat (27/7/2018) saat artikel ini dibuat, beberapa keyword pencarian yang sedang populer terkait fenomena ini antara lain Tata Cara Shalat Gerhana Bulan dan Gerhana Bulan Juli 2018.

Netizen Cari Tahu Tata Cara Shalat Gerhana Bulan


Di berbagai media sosial pun, gerhana Bulan total menjadi topik hangat. Tak hanya mengungkapkan kegembiraan ingin menyaksikan fenomena alam ini, banyak juga yang berbagi tata cara dan doa salat gerhana Bulan.











Fawaid dari situsnya Syaikh Sholeh al-Munajjid: 1. Sholat gerhana bulan tidak dikerjakan kecuali gerhananya terlihat oleh mata kepala 2. Gerhana bulan merupakan tanda kekuasaan Allah pada malam hari, maka tidak dikerjakan kecuali setelah tenggelam matahari 3. Jika masuk waktu shalat, maka shalat wajib harus didahulukan 4. Tidak mengapa berdzikir dan shalat sunnah rawatib setelahnya baru kemudian shalat gerhana 5. Walaupun jamaah sudah kumpul di masjid, tetap dianjurkan mengumandangkan "as-shalaatul jaami'ah" . Copas Akun FB Abdullah Husni Niatnya? Cukup dalam hati hendak shalat gerhana FOLLOW @omahmuslim FOLLOW @omahmuslim FOLLOW @omahmuslim #instagram #islam #kajianislam #gerhana #gerhanabulan #gerhanamatahari #shalatgerhana #rukunshalatgerhana #tatacarashalatgerhana

A post shared by Menebar Kajian Sunnah (@kajianislam) on Jan 30, 2018 at 4:16pm PST



Repost @pedulijilbab [1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya. . [2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa. . [3] Membaca do'a iftitah dan berta'awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: . ุฌูŽู‡ูŽุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ููู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูุณููˆูู ุจูู‚ูุฑูŽุงุกูŽุชูู‡ู " . Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana." (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901) . [4] Kemudian ruku' sambil memanjangkannya. . [5] Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucapkan 'SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD' . [6] Setelah i'tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama. . [7] Kemudian ruku' kembali (ruku' kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya. . [8] Kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal). . [9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali. . [10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana raka'at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya. . [11] Tasyahud. . [12] Salam. . [13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama'ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo'a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. . . *baca doa iftitah, al fatihah, suratยฒ dengan SIRRIY (baca pelan tak bersuara) -ketika gerhana bulan . . #pedulijilbab #gerhana #tatacarashalatgerhana

A post shared by Uni Sarah (@kuaskecilku) on Aug 7, 2017 at 9:52am PDT



Gerhana Bulan total terjadi pada 28 Juli dini hari nanti. Wilayah Indonesia dapat melihat peristiwa alam tersebut secara langsung, dengan fase gerhana dimulai pukul 01.24 sampai 05.19 WIB. Sementara untuk untuk WITA dan WIT, waktunya menyesuaikan. (rns/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed