Kamis, 26 Jul 2018 08:27 WIB

Anies Mau Atur Titik Jemput Ojol, Ini Kata Grab

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Dok. REUTERS/Beawiharta Foto: Dok. REUTERS/Beawiharta
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengatur titik penjemputan ojek online (ojol) agar tidak menyebabkan kemacetan. Menanggapi rencana tersebut, Grab pun angkat bicara.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung inisiatif Pak Anies dan Pemprov DKI Jakarta untuk bersama-sama menyediakan lahan parkir bagi pengemudi ojek online dengan memanfaatkan potensi dari aset-aset Pemprov DKI Jakarta," ujar Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia dalam keterangan resminya, Kamis (26/7/2018).

Tri memaparkan saat ini Grab telah memiliki 90 shelter GrabBike yang tersebar di berbagai lokasi di DKI Jakarta. Hal ini telah mereka siapkan sejak awal beroperasi.

"Kami telah sepenuhnya memahami kebutuhan akan lahan parkir dan tempat istirahat bagi para mitra pengemudi, sehingga kami pun membangun sejumlah shelter secara bertahap," turutnya.



Seluruh shelter yang dibuat Grab bekerja sama dengan mal-mal, pemilik gedung serta stasiun kereta api di DKI Jakarta. Mereka juga telah membangun GrabBike Lounge yang terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat. Di sana terdapat berbagai fasilitas seperti tempat beristirahat, tempat mengisi ulang baterai HP, barber shop, cuci motor, cuci helm serta bengkel.

"Dalam waktu dekat, kami juga berencana untuk membangun satu GrabBike Lounge tambahan yang akan berlokasi di wilayah DKI Jakarta," pungkas Tri.

Untuk diketahui beberapa hari lalu Gubernur DKI Jakarta berencana memanggil pihak aplikasi ride sharing untuk membahas mengenai titik penjemputan ojol. Pasalnya selama ini beberapa ojol kerap menjemput penumpang di pinggir jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

"Yang akan dibicarakan dengan pengelola ojek online adalah penentuan titik-titik spot di mana tidak bisa dilakukan penurunan atau penjemputan penumpang. Baru mau dipanggil hari-hari ini. Nanti Pak Kadishub panggil, tadi barusan koordinasi. Paling hari Rabu baru kita panggil. Sesudah itu bisa langsung eksekusi," kata Anies di Balai Kota beberapa hari lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Lapangan Banteng. (indra-detikcom)




Rencananya akan dibahas penentuan titik mana saja yang diperbolehkan untuk ojol boleh melakukan penjemputan dan penurunan penumpang. Diharapkan ke depan tidak terjadi kemacetan akibat ojol ngetem sembarangan di pinggir jalan.

Anies pun berencana menyediakan lahan khusus ojek online (ojol) untuk menunggu penumpang di kantor-kantor milik Pemprov DKI.

"Semua kantor Pemprov akan menyiapkan tempat khusus bagi ojek online untuk bisa parkir sehingga tidak mengganggu rumija, ruang milik jalan, yaitu badan jalan dan bahu jalan. Dua itu tidak boleh dipakai," kata Anies.

"Di mana saja? Pasar yang di bawah PD Pasar Jaya, rumah sakit, kemudian kantor-kantor pemerintahan. Kemudian kita juga akan lakukan di terminal dan lain-lain, semua yang di bawah otoritas Pemprov DKI, kita akan berikan instruksi untuk disiapkan area drop off," imbuhnya.



Namun lahan khusus di kantor milik Pemprov DKI itu bukan disediakan untuk nongkrong ojol. Anies menegaskan lahan tersebut hanya untuk menunggu penumpang yang sudah memesan.

"Itu bukan parkir, nongkrong, bukan. Ini ojek menunggu. Jadi ojek sudah datang, tapi customer-nya belum turun, itu kan ada masa tenggang. Biasanya menunggu di pinggir jalan. Itu beda-beda, tergantung durasi tunggunya. Jadi bukan tempat mangkal, bukan. Jadi bukan pangkalan ojek di kantor Pemprov. Tapi tempat transit saat menjemput tanpa harus menunggu di pinggir jalan. Mungkin seperti halte. Apa istilahnya nanti? Tempat transit mungkin," pungkasnya Anies.



Video saat Dishub mengeluh ojol bikin macet

[Gambas:Video 20detik]

(afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed