Minggu, 22 Jul 2018 20:52 WIB

Pria India Pilihan Bill Gates Bikin Microsoft Melesat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Satya Nadella. Foto: detikINET/Reno Hastukrisnapati Satya Nadella. Foto: detikINET/Reno Hastukrisnapati
Jakarta - Sejak menjabat sebagai CEO Microsoft di tahun 2014, Satya Nadella terus menorehkan prestasi. Steve Ballmer, CEO Microsoft sebelumnya pun tak segan mengumbar pujian padanya.

Keberhasilan bisnis cloud Microsoft di bawah komando pria kelahiran India itu, membuat penghasilan Microsoft melesat. Di tahun fiskal 2018, Microsoft diperkirakan membukukan pendapatan USD 109,48 miliar, lonjakan 13,3 % dibandingkan sebelumnya.

Harga saham Microsoft juga telah melesat tiga kali lipat sejak Nadella jadi CEO. Ballmer pun mengaku senang karena Nadella adalah CEO yang ia rekomendasikan bersama Bill Gates.

"Dia adalah rekomendasiku, juga rekomendasi Bill Gates. Kupikir dulu, dia adalah kandidat untuk menggantikanku sehingga kami memindahkannya terakhir kali di sebuah divisi besar. Aku senang dia mendapatkan pekerjaan itu (CEO-red) di mana dia melakukannya dengan hebat," puji Ballmer.


Ballmer mengakui prestasinya dulu memang tidak secemerlang Nadella. Itu karena ada berbagai halangan, seperti investor merasa ia terlalu menghamburkan banyak uang dan ada kasus monopoli yang menyeret Microsoft.

Di sisi lain, pria pelontos ini mengaku kaget dengan sukses Amazon di bisnis cloud dengan layanan Amazon Web Services. Tapi ia senang dengan kemajuan Microsoft saat ini.

"Kamilah yang mengawali produk Azure dan Office 365 dan penerusku Nadella telah membawa produk ini ke capaian baru," tutur Ballmer.

Walaupun tidak lagi memegang jabatan di Microsoft, Ballmer masih pemegang saham besar raksasa teknologi itu. Kekayaan terakhirnya menurut Forbes tembus USD 41,7 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya sejagat. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed