Minggu, 22 Jul 2018 15:44 WIB

Usung Musik Elektronik, NEV+ Semangat Coba Teknologi Baru

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: detikINET/ Virgina Maulita Putri Foto: detikINET/ Virgina Maulita Putri
Jakarta - Grup band NEV+ saat ini meninggalkan genre lamanya dan fokus untuk mengadopsi genre elektronik. Tidak heran jika perkembangan mereka sebagai band sangat dipengaruhi oleh teknologi.

Penggunaan teknologi tidak hanya terlihat dari dominasi synthesizer dan mesin drum di lagu-lagu mereka, tapi juga dapat dilihat di penampilan live mereka.

"Kita juga dari kostum di panggung yang gedenya kita pake yang nyala-nyala. Lampunya ngesync sama lagunya gitu," kata keyboardist NEV+, Randy Danistha seusai mengisi acara Ngopi detikINET With Oppo, di Hard Rock Cafe, Pacific Place, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

"Kayak tadi Adri mainnya tidak main drum, mainnya drum elektronik. Gadget kan makin lama makin kecil, kita juga panggungnya makin lama makin ringkas gitu," lanjutnya.


Untuk memproduksi musik mereka, NEV+ mengombinasikan perangkat lunak pengolah musik Ableton dan Logic yang sudah sangat populer.

"Kita campur-campur ya, bikinnya di Ableton, dimixing di Logic, finalise di Pro Tools," jelas Randy.

"Itu sih principle masing-masing kenyamanan sih ya. Jadi tiga orang ada yang pake Logic, ini bahasanya Ableton. Tapi nanti masternya ya di Pro Tools," ujar gitaris NEV+, Ramadhista Akbar.

NEV+ sendiri mengaku ada satu teknologi yang ingin sekali mereka jelajahi.

"Kita penasaran banget sama hologram dan lain-lain ya. Misalnya di satu konser bisa dapat kesempatan kayak gitu sih kita mau banget untuk explore yang berhubungan dengan teknologi," ucap Randy. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed