Jumat, 20 Jul 2018 11:45 WIB

Android Tak Lagi Gratis, Ponselnya Bisa Semahal iPhone

Virgina Maulita Putri - detikInet
Patung Android Oreo. Foto: Istimewa Patung Android Oreo. Foto: Istimewa
Jakarta - Google baru saja dijatuhi denda sebesar 4,34 miliar Euro (Rp 72,8 triliun) karena dianggap memonopoli pasar platform mobile dengan Android. CEO Google, Sundar Pichai pun mengancam bahwa produsen smartphone tidak dapat menggunakan Android secara gratis lagi.

Jika ancaman Pichai ini berbuah nyata, konsumen yang akan paling banyak merasakan dampaknya. Tersedianya Android secara gratis menjadikan berbagai produsen smartphone untuk dapat membuat perangkat yang semurah-murahnya.

"Android mungkin alasan utama anda bisa membeli komputer saku dengan kemampuan magis dengan harga di bawah USD 200," tulis kolumnis Boston Globe, Hiawatha Bray, seperti dikutip detikINET dari Boston Globe, Jumat (20/7/2018).



Android sendiri telah digunakan oleh 1.300 produsen perangkat dan dapat ditemui di 24.000 perangkat di setiap price point.

Dengan memberikan Android secara gratis kepada produsen smartphone, Google juga tetap memperoleh keuntungan dari iklan yang muncul di browser Chrome.

"Pembuat ponsel harus setuju untuk menggunakan mesin pencari dan browser Chrome milik Google, yang mengumpulkan data pengguna untuk mesin iklan milik Google yang sangat akurat, yang menghasilkan pendapatan senilai miliaran," jelas Bray.

Jika banyak produsen smartphone yang memilih untuk meninggalkan aplikasi milik Google, maka Google tidak akan mendapatkan pendapatan sebanyak itu dari iklan dan akan berhenti memberikan Android secara gratis.



Jadi, jika produsen smartphone harus membayar untuk menggunakan Android maka diperkirakan harga smartphone Android akan menjadi semakin mahal.

"Jadi kita mungkin saja harus membayar harga iPhone untuk ponsel Android," ujar Bray. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed