Jumat, 20 Jul 2018 11:12 WIB

Kekayaan Jack Ma Ditikung Juragan Telco India

Agus Tri Haryanto - detikInet
Pendiri Alibaba Jack Ma. Foto: GettyImages Pendiri Alibaba Jack Ma. Foto: GettyImages
Jakarta - Pendiri Alibaba Jack Ma tak lagi menjadi menyandang orang terkaya di Asia saat ini. Sebab, kekayaan Jack Ma tak cukup lagi untuk membuat dirinya bertengger di posisi puncak.

Kini, orang tajir se-Asia dipegang oleh Mukesh Ambani, konglomerat dari Reliance Industries, sebuah perusahaan asal India yang bergerak di sektor energi.

Seperti diberitakan oleh Business Insider, Jumat (20/7/2018) Ambani diperkirakan memiliki kekayaan USD 44,1 miliar atau Rp 640 triliun. Dengan kekayaan itu, Ambani saat ini berhasil merangsek ke posisi teratas sebagai orang paling kaya di Asia.


Jack Ma Lepas Gelar Orang Terkaya di Asia ke Mukesh Ambani, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]



Sementara itu, Jack Ma sekarang memiliki pundi-pundi kekayaan USD 43,6 miliar atau Rp 632 triliun. Jarak keduanya begitu tipis, hanya beda kekayaan USD 500 juta atau Rp Rp 7,2 triliun.

Pendapatan Ambani yang melonjak ini salah satunya karena disokong oleh proyek berskala besar yang tengah dikerjakan oleh perusahaannya. Ambani mempelopori pembangunan komplek penyulingan terbesar di dunia yang terletak di Jamnagar, India.

Selain itu, Ambani juga memiliki perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi, yaitu Reliance Jio Infocomm. Ia diklaim memiliki jaringan data seluler yang paling luas secara global dan belakangan perusahaannya ini disebut yang paling menguntungkan di Negeri Bollywood.



Posisi penting Ambani di Reliance tak lepas dari harta warisan dari sang ayah, Dirubhai Ambani yang meninggal pada 2002. Reliance pun diserahkan kepada Ambani dan adik laki-lakinya, Anil Ambani. Pada akhirnya, saudara-saudaranya membagikan jatah perusahaan sesuai kesepakatan keluarga yang ditengahi oleh ibu mereka.

Sedangkan lengsernya Jack Ma ini, tak hanya membuatnya harus rela melepas gelar orang terkaya di Asia. Mantan guru Bahasa Inggris tersebut total sudah hampir kehilangan USD 2 miliar di tahun ini. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed