Selasa, 17 Jul 2018 13:58 WIB

Twitter Tangguhkan Akun Peretas di Pemilu AS

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Aplikasi Twitter. Foto: detikINET/Irna Prihandini Aplikasi Twitter. Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Twitter baru saja menangguhkan dua akun ternama yang diduga terkait dengan aksi peretasan Komite Nasional Demokrat pada pemilu Amerika Serikat (AS) tahun 2016 lalu. Kedua akun tersebut adalah Guccifer 2.0 dan DC Leaks.

Penangguhan kedua akun tersebut dilakukan tak lama setelah Juri federal Amerika Serikat mendakwa 12 pegawai intelijen Rusia atas tuduhan meretas jaringan komputer Partai Demokrat pada 2016. Dalam keputusan itu, disebutkan beberapa akun Twitter yang menjadi bagian dari upaya propaganda negara selama pemilu 2016.



Juru bicara Twitter mengatakan, akun tersebut terhubung ke jaringan akun yang sebelumnya ditangguhkan karena beroperasi melanggar aturan perusahaan, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (17/7/2018).

Sementara itu, Departemen Hukum AS menuduh kedua akun bertindak sebagai garda depan untuk agen di Main Intelligence Directorate (GRU) Rusia dan bertanggung jawab dalam serangan siber terhadap dewan pemilihan negara, sekretaris negara, penyedia software, dan akun ternama yang diduga terkait dengan aksi peretasan.



Keduanya disebut bertindak mengumpulkan informasi dan membocorkan informasi selama masa pemilihan. Masih berkaitan dengan sepak terjang kedua akun, di bulan Juni 2016 pun, akun Guccifer 2.0 mengarahkan follower-nya untuk berpindah ke DC Leaks. Kala itu, DC Leaks sendiri baru saja merilis email yang dicuri dari DNC awal tahun 2016.

Tidak jelas jaringan akun mana yang dirujuk oleh Twitter. Juru bicara menolak untuk berkomentar lebih jauh selain dari yang dikeluarkan di pernyataan. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed