Selasa, 10 Jul 2018 11:20 WIB

Pajang Video Menari di Instagram, Wanita Ini Ditahan

Annisa Shafira - detikInet
Maedeh Hojabari. Foto: istimewa Maedeh Hojabari. Foto: istimewa
Teheran - Otoritas Iran menahan seorang wanita karena mengunggah video dirinya yang sedang menari mengikuti musik di Instagram. Menurut para aktivis, Maedeh Hojabari adalah salah satu dari beberapa pengguna Instagram populer yang telah ditangkap. Identitas tahanan lain belum dikonfirmasi.

Akunnya, yang sekarang sedang ditangguhkan, memiliki lebih dari 600.000 pengikut. Tak lama, Hojabari kemudian muncul di salah satu stasiun televisi Iran. Program televisi itu memperlihatkan seorang wanita muda yang wajahnya disamarkan.

Dikutip detikINET dari The Guardian Selasa, (10/7/2017), ia menangis, gemetar sambil menjelaskan motivasinya mengunggah video-video tersebut di Instagram. "Saya bukan melakukannya untuk mencari perhatian," ujarnya

"Saya hanya ingin mengunggah video-video itu untuk pengikut Instagram saya. Saya tidak bermaksud untuk mendorong orang lain melakukan hal seperti ini juga. Saya tidak tergabung dengan kelompok manapun, saya tidak dilatih secara professional. Saya biasanya hanya melakukan olahraga senam," lanjut dia.



Hanya sedikit informasi yang diketahui tentang kehidupan pribadi wanita cantik ini atau dari kota mana ia berasal. Namun, sejak ditahan, video-video yang ia unggah disebarkan oleh masyarakat luas, sehingga dilihat oleh lebih banyak orang.

Kebanyakan video yang Hojabari unggah terlihat seperti diambil menggunakan kamera di kamar tidurnya. Ia menari dengan latar belakang musik pop dan rap barat tanpa menggunakan hijab. Di Iran, setiap wanita harus menggunakan hijab ketika berada di ruang publik.

Pada salah satu videonya, ia terlihat sedang membicarakan sejarah parkour, olahraga outdoor yang popular di Iran, terutama di kalangan wanita yang biasanya melakukan olahraga ini sambil menggunakan hijabnya. Ia mendapat beberapa dukungan.

"Orang-orang di belahan dunia manapun akan menertawakan Anda apabila Anda memberitahu mereka bahwa di Iran, remaja berumur 17 dan 18 tahun ditahan hanya karena menari dan bersenang-senang, karena dianggap menyebar hal tidak senonoh. Sedangkan, masih banyak pedofil yang bebas," ujar blogger setempat, Hossein Ronaghi.

Banyak orang yang memperkirakan bahwa pihak berkuasa di Iran akan memblokir Instagram, yang sekarang merupakan satu dari sedikit aplikasi barat yang tidak diblokir. Media sosial lain seperti Facebook dan Twitter telah diblokir.



Kepala polisi cyber Tehran, Touraj Kazemi mengungkapkan bahwa ia dan pasukannya akan mengidentifikasi dan menindaklanjuti akun-akun Instagram populer. Pada tahun 2012, Iran memberhentikan kepala polisi cyber mereka setelah blogger bernama Sattar Baheshti meninggal di tahanan.

Pada tahun 2014, sekolompok fans Pharell Williams ditahan karena merekam diri mereka menari mengikuti irama lagu "Happy" di ibu kota Iran, Teheran. Mereka menerima hukuman penjara dan cambukan yang ditangguhkan. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed