Senin, 09 Jul 2018 17:53 WIB

'Bill Gates' dari China Sumbang Duit Rp 5 Triliun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Charles Chen. Foto: CNBC Charles Chen. Foto: CNBC
Jakarta - Nama Charles Chen mungkin jarang terdengar dibandingkan pendiri Tencent lainnya, seperti Pony Ma dan Tony Zhang. Tetapi pria ini ternyata merupakan orang paling dermawan di China.

Forbes menetapkan Chen sebagai orang paling dermawan di China setelah ia menyumbangkan 2,3 miliar yuan (Rp 5 triliun) di tahun 2017. Setelah keluar dari Tencent pada tahun 2013, Chen fokus untuk mengembangkan kegiatan amal yang fokus pada sektor pendidikan.

Chen sendiri memilih sektor pendidikan sebagai fokus kegiatan amalnya karena pendidikan telah mengubah hidupnya. "Pendidikan mengubah takdir keluarga saya," kata Chen dalam wawancara dengan CNBC, seperti dikutip detikINET, Senin (9/7/2018).

"Pendidikan adalah jawaban inti dari progres sosial. Kami pikir itu adalah fungsi dari masyarakat," lanjutnya.



Untuk itu, Chen membentuk Yidan Prize pada tahun 2016 yang diberikan kepada individual yang telah memberikan kontribusi untuk mengembangkan pendidikan. Pemenang penghargaan ini akan mendapatkan hadiah uang sebesar USD 3,9 juta (Rp 55 miliar).

"Saya memiliki sebuah keinginan, untuk membentuk penghargaan global, di luar agama, ras, dan kebangsaan. Untuk membantu orang-orang memahami alam semesta dan distribusi kemanusiaan," ujar Chen.

Salah satu pemenang Yidan Prize di tahun 2017 adalah Vicky Colbert, yang merupakan figur penting dalam pergerakan "new school" di Amerika Selatan yang menantang pendidikan yang guru-sentris. Dengan mendanai inisiatif tersebut, Chen berharap dapat menerapkan sekolah yang lebih murid-sentris di Asia dan Afrika.

Mendirikan Tencent Foundation

Saat Chen masih berada di Tencent, ia dan pendiri lainnya mendirikan Tencent Foundation yang bertujuan untuk menyisihkan keuntungan mereka ke dalam proyek amal.

"Kami menjadi yayasan amal non-profit pertama di internet," kata pria berkaca mata ini.

Dibentuknya yayasan amal oleh Tencent mendorong perusahaan lain untuk membentuk yayasan serupa. Padahal saat itu belum ada regulasi yang mengatur tentang perusahaan yang ingin membentuk yayasan amal.

"Banyak ide dari budaya China yang mendorong orang untuk memberi lebih banyak, memiliki lebih banyak, dan juga mendorong orang jika anda melakukan hal baik, anda akan mendapatkan hasil yang baik. Jadi itu ada di pikiran setiap orang China. Tapi bagaimana melakukannya?" tanya Chen.

Untuk itu, Tencent memanfaatkan fitur pembayaran yang sudah ada di aplikasi messaging WeChat untuk melakukan donasi dengan sangat mudah. Sejak diluncurkan 11 tahun yang lalu, platform amal Tencent telah mengumpulkan 1,5 miliar Yuan (Rp 3,2 triliun) dari 140 donasi individual.



Ketika gempa bumi mematikan melanda Sichuan pada tahun 2008, Tencent mengumpulkan lebih dari 20 juta Yuan (Rp 43 miliar) dari individu yang menyumbang menggunakan platform online miliknya.

Chen percaya bahwa kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik dan melanjutkan zaman keemasan China dalam filantropi adalah transparansi perusahaan. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed