Jumat, 06 Jul 2018 17:23 WIB

Ternyata Begini Cara Janda Steve Jobs 'Habiskan' Duit Warisan

Annisa Shafira - detikInet
Laurenne Powell Jobs. Foto: istimewa Laurenne Powell Jobs. Foto: istimewa
Jakarta - Laurene Powell Jobs lama tak terdengar sepak terjangnya, tapi memang itulah keinginan istri mendiang penemu Apple, Steve Jobs ini. Ia berhasil menghindari publikasi yang berlebihan di tengah kekayaanya yang luar biasa, yaitu berjumlah USD 20,3 miliar.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa ibu dari tiga anak ini diam-diam bertekad untuk mengubah dunia dengan proyek filantropinya yang bernama Emerson Collective.

Laurene Powell Jobs pertama kali meluncurkan Emerson Collective tahun 2004, dan mendapat banyak pujian. Saat Steve Jobs meninggal karena kanker pankreas tahun 2011, Laurene mewarisi semua kekayaannya yang kini berjumlah USD 19,8 miliar atau sekitar Rp 284 triliun. Ia jadi wanita terkaya ke-6 di dunia. Ia memanfaatkan hal itu untuk menunjang Emerson Collective dan isu-isu yang ia dukung.



14 tahun setelah dirilis, masih banyak orang yang bahkan tidak tahu kalau organisasi itu ada, terlebih yang mengetahui apa sebenarnya yang dilakukan organisasi ini.

Salah satu alasannya adalah karena Emerson Collective rumit, unik dan hampir tidak mungkin dijelaskan. Namun secara sederhana, organisasi ini didedikasikan untuk menangani isu-isu sosial seperti masalah kontrol senjata, pendidikan dan energi melalui kampanye-kampanye media, aktivisme, dan program-program sosial lainnya.

Dikutip detikINET dari news.com.au Jumat, (6/7/2018) wanita 54 tahun ini mengumpulkan berbagai orang-orang hebat untuk membantunya membela isu-isu yang didukung Emerson Collective, termasuk mantan menteri pendidikan AS, Arne Duncan, Russlyn Ali dan Andy Karsner.

Emmerson Collective sekarang telah meluncurkan kampanye-kampanye yang lebih high-profile. Salah satunya adalah program televisi yang melibatkan berbagai selebriti untuk mendiskusikan berbagai pendidikan di AS.

Di samping kekayaannya, Laurene Powell Jobs memiliki latar belakang yang sederhana. Ayahnya meninggal saat ia berumur tiga tahun, dan ibunya harus membesarkannya dan ketiga saudaranya.



Ia menyadari bahwa pendidikan adalah kunci untuk kesuksesan di masa depan, karenanya ia sangat mendukung isu pendidikan di Emerson Collective.

Karakternya yang sederhana kerap mendapat pujian. Washington Post menyebutkan "Ia memiliki kekuasaan, namun memiliki karakter yang rendah hati. Dia tidak menggunakan kekuatannya untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu yang penting." (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed