Jumat, 29 Jun 2018 10:00 WIB

Mahasiswa UI Boyong Teknologi Sel Surya ke Desa di Sukabumi

Indissa Salsabila - detikInet
Foto: Dokumentasi FTUI Foto: Dokumentasi FTUI
Jakarta - Pemerataan kemajuan teknologi seharusnya dapat dirasakan hingga pelosok pedesaan. Nah, hal inilah yang memicu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) untuk mengembangkan teknologi sel surya di Desa Cikarae Thoyyibah, Sukabumi.

Aksi ini merupakan bagian program kerja sosial BEM FTUI. DImana sebanyak 200 mahasiswa/i turun untuk berkontribusi ke desa-desa tertinggal sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan memberikan sejumlah bantuan terhadap permasalahan yang ada di desa tersebut.

Desa yang menjadi tempat tujuan kegiatan tahun ini dipilih berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, yaitu Desa Cikarae Thoyyibah yang merupakan salah satu desa tertinggal di daerah Sukabumi.

Nur Widdya Damayanti (Teknik Kimia UI 2015), selaku ketua pelaksana Kerja Sosial FTUI mengatakan, kerja sosial FTUI merupakan bentuk kontribusi nyata untuk masyarakat Indonesia.

"Dengan kegiatan kegiatan kerja sosial ini selain dapat membantu masyarakat desa, juga berbagi kebahagiaan dan rasa syukur atas apa yang kita miliki saat ini," ungkapnya.

Kegiatan Kerja Sosial FTUI 2018 yang didukung oleh Dekanat FTUI, ILUNI FTUI ini sendiri memiliki dua proyek besar. Yaitu proyek fisik berupa bantuan fasilitas umum dan proyek non fisik yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang berdampak pada tingkat kesejahteraan hidup.

Bertemakan 'Kontribusi Tanpa Batas untuk Negeri', proyek fisik yang dilakukan oleh mahasiswa ini terdiri atas pembangunan fasilitas MCK, renovasi Gedung MajelisDesa, renovasi madrasah dan pembangunan Taman Baca, serta penempatan penerangan lampu jalan berbasis teknologi sel surya.

Desa Cikaraey Thoyyibah sendiri sebelumnya sudah memiliki aliran listrik dari PLN, namun infrastruktur desa dalam hal kelistrikan masih jauh dari memadai, seperti halnya tidak ada penerangan jalan. Jalanan di Desa Cikarae masih tergolong berbahaya, dimana jalanan belum diaspal dan jurang masih akrab menjadi pendamping jalan. Oleh karena itu, penerangan jalan di malam hari sangalah dibutuhkan.

Mahasiswa Fakultas Teknik UI pun membuat Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya atau PJU-TS yang dapat dibuat secara swadaya. PJU-TS ini merupakan penerangan jalan yang menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi listrik. Lampu ini dapat berdiri sendiri tanpa harus tersambung dengan kabel PLN dengan kata lain, listrik dapat diperoleh secara gratis sehingga tidak membebankan tarif listrik kepada warga setempat ataupun PLN.

Dalam setiap tiang lampu jalan, digunakan masing-masing 1 Sel Surya, 1 Baterai VRLA, 1 Controller dan 1 Lampu yang dapat dirakit sendiri. Proyek ini sangat terjangkau dan mudah untuk dibuat. Para mahasiswa pun memberikan pelatihan akan PJU-TS kepada warga lokal sehingga nantinya warga setempat dapat membuat dan melakukan perawatan PJU-TS ini secara mandiri.

Untuk proyek non fisik, mahasiswa Teknik UI melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, pelatihan UKM (Unit Kegiatan Masyarakat), sosialisasi bertemakan lingkungan, serta edukasi kepada anak-anak desa setempat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menjalani pendidikan lanjut.


(ash/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed