Senin, 25 Jun 2018 17:45 WIB

Bitcoin Jatuh ke Titik Terendah di 2018

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Lambang Bitcoin. Foto: Reuters Lambang Bitcoin. Foto: Reuters
Jakarta - Pasca bobolnya dua platform pertukaran cryptocurrency asal Korea Selatan, nilai Bitcoin masih belum sepenuhnya pulih. Setelah serangan yang, secara keseluruhan, menimbulkan kerugian hampir Rp 1 triliun tersebut, harga mata uang virtual paling populer itu terus berkutat di kisaran USD 6.000.

Padahal, sebelum kasus tersebut terbongkar, Bitcoin masih duduk nyaman di kisaran USD 7.000. Malahan, cryptocurrency tersebut sempat anjlok ke USD 5.785, atau setara dengan Rp 81,8 juta. Angka tersebut merupakan yang terendah sepanjang 2018 ini. Terakhir kali mata uang virtual itu memiliki nilai di bawah USD 6.000 terjadi pada November 2017 lalu.

Hal ini diperparah dengan menurunnya kepopuleran Bitcoin di internet. Berdasarkan data dari Google Trends, tampak pencarian kata "bitcoin" terus menurun sejak Februari lalu, seiring dengan anjloknya harga cryptocurrency tersebut.



Buruknya performa Bitcoin pada 2018, setelah nilainya hampir menyentuh USD 20.000 pada Desember 2017 lalu, memunculkan berbagai prediksi yang menyudutkan mata uang digital tersebut. Salah satunya datang dari Jon Pearlstone. Figur yang bekerja pada surat kabar Cryptopatterns tersebut mengatakan bahwa nilai Bitcoin akan menuju USD 5.000.

"Itu (USD 5.000) tampaknya akan jadi tujuan paling memungkinkan dari jalan yang akan ditempuh oleh Bitcoin," ujarnya, sebagaimana detikINET kutip dari Forbes, Senin (25/6/2018).

Meski begitu, nyatanya cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut mulai dapat pulih kembali, walau perlahan. Berdasarkan data dari Coindesk, saat ini Bitcoin terpantau memiliki harga di kisaran USD 6.100, atau setara dengan Rp 86,3 juta.

(mon/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed