Komputer Rumahan Kian Banyak
Pengguna Internet Cina Naik Pesat
- detikInet
Jakarta -
Pengguna internet di Cina tumbuh pesat. Dalam 6 bulan pertama tahun ini bertambah 9 juta orang menjadi total 103 juta pengguna. Pertumbuhan ini adalah sekitar 18,4 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dan sekiranya masih punya potensi untuk berkembang.Negara tirai bambu ini dikenal sebagai negara terbesar kedua di dunia untuk pangsa pasar internet. Menurut survei China Network Information Center yang dilansir Reuters dan dikutip detikinet Jumat (22/7/2005),"Di Amerika sekitar 67 persen dari populasi--sekitar 135 juta orang--bisa akses ke internet. Sebagai perbandingan, di Cina hanya 7,9 persen."Salah satu media di Cina memprediksikan, 120 juta orang Cina akan melakukan aktivitas surfing dunia maya akhir tahun ini. Hal ini mungkin terjadi seiring dengan semakin banyaknya penduduk yang punya komputer di rumah. Belum lagi jaringan telepon lokal yang semakin menjamur.Lebih dari itu, hampir 20 persen penjelajah situs di Cina telah memanfaatkan layanan belanja online dan transaksi berbasis internet dalam 6 bulan terakhir tahun 2005 ini. Secara bisnis, jumlahnya mencapai US$1,23 milyar (Rp 12 triliun)."Sebagian besar pengguna internet berkebangsaan Cina sangat terdidik dan punya daya beli yang besar," ungkap Lu Weigang, salah seorang analis.Sementara itu pasar game online dinilai sangat menggiurkan. Dengan para gamer yang bisa menghabiskan sekitar 4 milyar yuan (Rp 5 triliun). Khususnya untuk pembelian alat-alat game virtual.Perkembangan internet yang meledak-ledak di Cina telah menyebabkan pemerintah Cina kewalahan. Apalagi kalau bukan masalah pengawasan terhadap media ini. Hal ini menjadi kekhawatiran besar, sejak terbersit kabar akan adanya 'kantung-kantung' tertentu yang memungkinkan orang untuk bicara bebas mengenai hal-hal yang dilarang pemerintah Cina. Lewat media chat maupun blog.Seperti yang sudah diberitakan sebelum-sebelumnya, Beijing memang menekan portal-portal situs populer untuk menyensor berita-berita sensitif. Termasuk diantaranya chatroom yang mengandung pernyataan-pernyataan yang dinilai sensitif secara politik.Parahnya lagi, pemerintah Cina juga meminta agar halaman-halaman dari situs asing juga dihalangi aksesnya. Pemerintah Cina telah mengumumkan suatu hal pada awal-awal tahun ini, seluruh situs yang berbasis di Cina harus mendaftarkan diri paling tidak hingga 30 Juni kemarin. Bagi mereka yang tidak mendaftarkan diri, sebagai gantinya harus bersedia portalnya ditutup dan dicap 'illegal'.
(ien/)