BERITA TERBARU
Sabtu, 23 Jun 2018 15:55 WIB

Sekelompok Pegawai Amazon Surati Jeff Bezos, Ada Apa?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Bos Amazon Jeff Bezos. Foto: Istimewa Bos Amazon Jeff Bezos. Foto: Istimewa
Jakarta - Sekelompok pekerja di Amazon menentang agar perusahaan menghentikan penjualan perangkat lunak pengenalan wajah canggih ke lembaga pemerintah dan penegak hukum. Dikhawatirkan, teknologi tersebut disalahgunakan oleh pihak tertentu.

Mereka pun mengirimkan surat terbuka yang ditandai ramai-ramai, lalu dikirimkan kepada CEO Amazon Jeff Bezos. Setidaknya ada lebih dari 100 karyawan, termasuk insinyur senior juga turut menolak langkah yang diambil Amazon itu.

Isi surat yang dilayangkan ke bos Amazon ini, seperti memberhentikan menyediakan infrastruktur teknologi kepada Palantir, sebuah perusahaan yang memiliki banyak kontrak pemerintah dan terlibat dalam operasi penahanan dan deportasi program Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Diketahui, program ICE menerapkan kebijakan memisahkan anak-anak pencari suaka secara sistematis dan imigran yang tidak memiliki dokumen dari orang tua mereka, sehingga menempatkan mereka di kota. Untuk itu, karyawan Amazon ini menolak kalau teknologi buatannya digunakan untuk melanggar hak asasi manusia.

Selain itu, sebagaimana dikutip dari Ars Technica, Sabtu (23/6/2018) pekerja Amazon juga menyerukan agar perusahaan menerapkan langkah-langkah transparansi dan akuntabilitas. Tujuannya agar merinci bagaimana layanan Amazon digunakan oleh lembaga penegak hukum.

Sebelumnya, teknologi pengenalan wajah Amazon tengah dijual ke departemen kepolisian. Teknologi besutan perusahaan Bezos ini mampu mengidentifikasi wajah dalam foto dan video. Meski dikatakan untuk menangkap pelaku kejahatan, namun dikhawatirkan itu digunakan untuk menargetkan para aktivisi dan para imigran.

Apa yang dilakukan Amazon ini mengikuti langkah-langkah yang ditempuh para pegawai di Microsoft dan Google.

Misalnya Google memutuskan untuk tidak memperbarui kontraknya dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dalam Project Maven. Sebagai informasi, Project Maven adalah proyek yangmengharuskan Google untuk menyediakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis rekaman video dari drone.

Sementara itu, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan tidak menjual machine learning untuk layanan surat, manajemen dokumen, dan kantor. Kabar yang beredar bahwa machine learning mulanya akan dijual kepada agensi. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed