Rabu, 20 Jun 2018 19:35 WIB

Ponsel Meledak Saat Dicharge Telan Nyawa CEO Asal Malaysia

Indissa Salsabila - detikInet
Ilustrasi charging ponsel. Foto: Internet Ilustrasi charging ponsel. Foto: Internet
Jakarta - Ponsel yang meledak ketika sedang melakukan isi daya di kamar tidur diduga menjadi penyebab meninggalnya Nazrin Hassan, CEO sebuah perusahaan asal Malaysia yang bernama Cradle Fund.

Cradle Fund adalah perusahaan binaan Kementerian Keuangan yang mengawasi perkembangan pengusaha teknologi dan ekosistem startup Malaysia. Perusahaan ini merupakan agensi yang melalukan pendanaan awal kepada perusahaan seperti Grab dan startup fintech iMoney.

Pesan dari mendiang keluarga Nazrin yang menyebar di media sosial mengklaim bahwa ponsel yang telalu panas dan meledak memicu blunt trauma atau trauma tumpul pada bagian belakang kepala Nazrin, yang akhirnya menyebabkan kematian.



Blunt trauma adalah salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian yang dapat terjadi pada setiap orang tanpa batasan usia. Ledakan juga menyebabkan terbakarnya matras tempat Nazrin tertidur.

Namun keluarganya yakin bahwa ketika matrasnya terbakar, Nazrin telah tewas pada saat itu.

"Saudara ipar saya adalah seseorang yang ahli dalam hal teknologi, dia sering gonta-ganti ponsel. Dia punya dua ponsel, Blackberry dan Huawei. Saya tidak tahu ponsel mana yang meledak," kata salah satu saudara iparnya seperti dikutip detikINET dari New Straits Times, Rabu (20/6/2018).

"Siapa yang menyangka kalau rutinitas yang tidak berbahaya seperti mengisi daya baterai ponsel menjadi penyebab tiga anak kecil akan tumbuh besar tanpa ayah di samping mereka," sambungnya pilu.

Menurut keterangan polisi, Nazrin terjebak di dalam kamar yang terbakar di rumah bertingkat dua miliknya. Kemungkinan, kematian Nazrin juga disebabkan oleh asap yang dihirupnya. Ayah tiga anak yang meninggal pada 14 Juni lalu ini juga menderita luka bakar pada tubuhnya.

Pesan yang berdedar di media sosial yang dibagikan oleh saudara ipar Nazrin Hassan tersebut juga menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati ketika melakukan isi daya baterai ponsel dengan cara meletakannya di tempat yang aman.

Saudara ipar Nazrin pun menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak mengisi daya baterai ponsel mereka di kamar tidur. Menurutnya, hal itu akan sepadan dengan ketidaknyamaan ketika ponsel berada jauh dari genggaman.



Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia masih mencari tahu penyebab kebakaran yang merenggut nyawa Nazrin Hassan.

Wakil direktur investigasi kebakaran Hafisam Mohd Noor mengatakan bahwa divisi forensik telah mengambil ponsel Nazrin dari tempat kejadian perkara sebagai sampel dan telah dikirimkan ke laboratorium listrik di Bukit Jelutong untuk diperiksa.

"Kemarin, unit K9 telah dikerahkan untuk menentukan apa elemen penybebab kebakaran ini dan kami masih menunggu hasilnya" ujarnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed